Tuesday, April 10, 2012

Ditemukan Benda Purbakala Sarkofagus & Rangka Manusia Megalitikum di Bali



Benda purbakala berbentuk sarkofagus (peti mayat dari batu) yang berusia 2500 tahun ditemukan di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, oleh seorang petani. Ini kali kedua ditemukan benda serupa dalam kurun waktu tiga minggu.
Penemuan ini bermula dari seorang buruh bangunan bernama Muksin Riadi, 42 tahun, asal Lombok Timur, NTT yang tengah menggali tanah untuk pembuatan batu bata.
Tonjolan benda purbakala yang berbentuk sarkofagus (peti mayat dari batu) yang berusia 2500 tahun ini ditemukan oleh buruh bangunan..
Pada saat bekerja, beberapa kali cangkulnya membentur benda keras seperti batu.
Lantaran mencurigakan, maka kasus ini pun lalu dilaporkan ke Kepolisian Sektor Administratif (Polsektif) Blahbatuh.
Arkeolog Universitas Udayana, Wayan Ardika menjelaskan dengan ditemukan benda-benda tersebut membuktikan bahwa Bali ini dulu pernah menjadi pemukiman dan pemakaman bagi manusia purbakala.
“Lokasinya menyebar dan temuan sarkofagus yang sudah ditemukan sekitar 200 sarkofagus,” terang Ardika.
*

Satu peninggalan purbakala berupa Sarkofagus ke 12 di Gianyar itu masih utuh.

Satu buah dari peninggalan purbakala berupa Sarkofagus yang ada di Subak Agung, Banjar Delod Abang, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar ini sekitar 2.500 tahun lalu sampai abad I Masehi ditemukan dalam keadaan utuh.
Saat ini, tim dari Balai Arkeologi Bali tengah melakukan penggalian terhadap sarkofagus yang sebagian masih tertanam di tanah.
Peneliti membersihkan sebuah Sarkofagus ke-12 yang ditemukan masih utuh.
Tak hanya kuburan kuno saja, petugas juga menemukan tulang belulang hewan yang hidup dalam masa itu masuk dalam kategori bofidai seperti sapi, kerbau, dan kuda yang berjarak tujuh meter dari temuan sarkofagus.
Sejak tahun 1978 sampai saat ini, di Desa Keramas telah ditemukan 12 sarkofagus yang rata-rata semuanya dalam kondisi tak utuh lagi.
“Baru kali ini kita duga ini masih utuh,” terang Kepala Balai Arkeologi Bali, Wayan Suantika saat ditemui di lokasi, Selasa, 3 Februari 2009.
Disinggung untuk mensterilkan lokasi ini guna penelitian lebih lanjut, Suantika mengaku tak mungkin itu dilakukan karena itu sama saja dengan melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas di lokasi ini.
“Ini membutuhkan dana yang besar dan kita nggak mungkin lakukan itu karena harus melakukan penelitian lebih lanjut, apalagi di tanah yang seluas ini,” ungkap dia.
GIANYAR, 17/5 - EVAKUASI SARKOPAGUS. Tiga orang peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar menggali sarkopagus yang sebelumnya ditemukan warga di Desa Bitera, Gianyar, Bali, Senin (17/5). Peti mati berbahan batu itu ditemukan sebanyak 4 buah di kedalaman 2 meter yang diperkirakan berumur 2.000-an tahun dan akan diteliti lebih lanjut untuk ilmu pengetahuan. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/ss/nz/10.
Sarkofagus ini terbuat dari logam, dimana masa perundagian saat itu masyarakatnya sudah mengenal gotong royong. Bahan-bahan yang dipakai menggunakan besi, perunggu dengan sedikit campuran emas.
Sebelumnya juga pernah ditemukan berbagai peralatan seperti kapak, dan beberapa benda lainnya berukuran kecil yang terbuat dari logam. Dari terlalu dalam, sehingga proses penggalian akan dilanjutkan besok.
*

Kerangka Manusia Megalitikum Dalam Sakofagus Ditemukan

Kerangka itu ditemukan saat tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar tengah melakukan penggalian Minggu 29 Agustus 2010 di samping sebuah sarkofagus berkepala patung manusia yang sebelumnya ditemukan lebih dulu pada 25 Agustus 2010 lalu.
Peneliti menemukan kerangka manusia Megalitikum di dalam Sakofagus yang masih utuh dan langsung teliti dan diukur.
Diduga kerangka itu adalah seorang seorang abdi yang selama hidupnya setia kepada tuannya.
“Kerangkanya masih lengkap dengan bekal kuburnya, berupa batung beliung dan guci kuno.”
“Dari hasil penelitian kami, diduga dia abdi tuannya yang setia dan dikubur di samping sarkofagus tuannya,” jelas Ayu Kusumawati, Koordinator Balai Arkeologi Denpasar saat dikonfirmasi, Minggu, 29 Agustus 2010 lalu.
Perlu dicatat, berarti sejak tahun 1978, temuan sarkofagus di Gianyar sudah bertambah lagi mencapai 37 buah, ditambah dua sarkofagus terbaru di kawasan galian bata merah, Desa Keramas, Blahbatu, Gianyar, Bali ini.
Inilah kerangka manusia Megalitikum di dalam Sakofagus yang masih utuh.
Sarkofagus lainnya yang ditemukan berada di sekitar tiga meter dari lokasi pertama, juga dipastikan berasal dari satu komunitas, namun ukuran dan bentuknya berbeda sesuai status sosialnya.
“Dipastikan dulu ini menjadi daerah padat pemukiman, karena juga banyak ditemukan pecahan periuk dan alat-alat sembahyang.”
“Menurut literatur, daerah ini adalah kawasan pemukiman padat di awal peradaban Bali,” ungkap Ayu.

No comments:

Post a Comment