Showing posts with label Juventus'D'Italia. Show all posts
Showing posts with label Juventus'D'Italia. Show all posts

Thursday, October 25, 2012

Anak Indonesia Jadi Yang Terbaik di Akademi MU



Wearemania.net - Prestasi mencengangkan diraih oleh anak Indonesia di Inggris, Jack Brown yang berhasil menjadi terbaik di ajang 'The World Final Skill Test 2012 MU Soccer School'. Predikat yang terbaik itu diberikan oleh akademi Manchester United di setiap akhir semester.
"World Final Skill Test MUSS 2012 diikuti sekitar 30 anak berumur antara 10 sampai 16 tahun dari 25 negara. Sebagian besar anak-anak yang mengikuti World Final Skill Test adalah anggota tim nasional sepak bola dari U14-U16 dari negara masing-masing," ujar ibunda Jack, Indah Brown, seperti dilansir oleh kantor berita Antara, Senin (22/10).
Pada pertandingan adu skill itu diuji empat macam keahlian yaitu Short passing, Loafting, dribbling, dan kick ups. "Alhamdulilah Jack mendapat skor yang terbaik sehingga mengalahkan pemain terbaik tahun sebelumnya Alex dari Inggris," imbuh Indah.
Menurut Indah, yang membuatnya merasa terharu adalah ketika Jack dengan bangga mengatakan "I am Indonesian" saat diwawancarai. Bahkan Sir Alex Ferguson waktu bersalaman dengan Jack dan berkata "Are You Indonesian? Wow, that's interesting".
Jack sendiri mengakui jika bisa ikut dalam MUSS dan bahkan menjadi juara the World Final Skill test MUSS adalah pengalaman tak terlupakan baginya. "Saya sangat bangga," ucap Jack.
Jack Brown lahir di Jakarta pada 2 November 2001, dari ibu asli Indonesia Indah Brown dan ayah Inggris, Lance Brown. Ia gemar bermain bola dan mulai berlatih sepak bola sejak usia empat tahun, usai bersalaman dengan Rooney. "Mum, my heart was beating very hard when I shaked Rooney's hand," ujar Jack seperti yang dituturkan Indah Brown.

Monday, September 24, 2012

5 Pesepakbola yang Paling Dibenci "Campur Tangan" nya




Dalam duni sepak bola, “campur tangan” kaki dalam mencetak atau menggagalkan sebuah gol adalah kebenaran. Namun, jika pemain mencetak atau menggagalkan gol dengan tangannya menjadi kenyataan yang dibenci. Berikut 5 pemain paling dibenci lantaran campur tangannya dalam lahir atau menggagalkan sebuah gol.
1. Tangan Diego Maradona (Argentina)
Inggris vs Argentina, Perempatfinal Piala Dunia 1986
Diego Armando Maradona menjadi public enemy penggila sepak bola di Inggris setelah gol “tangan Tuhan” dilakukannya ke gawang Peter Shilton di perempatfinal Piala Dunia 1986 Meksiko. Perjalanan Argentina semakin sempurna dengan merebut Piala Dunia untuk kedua kalinya. Sementara bagi Inggris, kejahatan Maradona menjadikannya tersingkir sekaligus mengubur impian The Three Lions untuk merebut gelar untuk kali kedua.
2. Tangan Thierry Henry (Prancis)
Irlandia vs Prancis, Play-off Piala Dunia 2010
Mimpi Irlandia untuk berlaga di Piala Dunia 2010 harus terkubur akibat ulah kapten Prancis, Thierry Henry. Dua kali handball dilakukan Henry sebelum mengirimkan umpan pada William Gallas dan berujung gol. Gol tersebut membuat Irlandia tersingkir di babak play-off karena kalah 2-1. Walaupun sudah melayangkan permintaanmaafnya, namun Henry tetap dianggap public enemy di seantero Irlandia.
3. Tangan Luis Suarez (Uruguay)
Ghana vs Uruguay, perempatfinal Piala Dunia 2010
Jika saja Luis Suarez tidak menahan bola dengan tangannya, bukan tidak mungkin, Ghana menorehkan sejarah untuk pertamakalinya tampil di semifinal Piala Dunia 2010. Namun sejarah yang seharusnya sudah dalam genggaman sirna ketika Luis Suarez menahan bola yang menuju ke gawangnya. Walaupun Ghana memperoleh penalti, namun tendangan Asamoah Gyan gagal, dan Uruguay menang melalui drama adu penalti untuk memastikan ke semifinal.
4. Tangan John Collins (Skotlandia)
Skotlandia vs Belanda, Penyisihan Grup Piala Eropa 1996
Belanda nyaris saja teringkir dari penyisihan grup Piala Eropa 1996 saat timnya hanya bermain imbang 0-0 melawan Skotlandia. Padahal dalam pertandingan tersebut sebuah tendangan Ronald de Boer sudah berada di garis gawang. Namun bola digagalkan John Collins dengan tangannya. Belanda akhirnya terselamatkan Inggris yang mengalahkan Skotlandia 2-0. Belanda lolos ke putaran final berkat unggul selisih gol atas Skotlandia.
5. Tangan Joe Jordan (Skotlandia)
Skotlandia vs Wales, Kualifikasi Piala Dunia 1977
Sebelum John Collins menggagalkan tendangan Ronald de Boer yang nyaris menjadi gol, tangan pemain Skotlandia yang menuai kebencian adalah Joe Jordan. Dalam babak play-off Piala Dunia 1978 di Anfield Stadium, Jordan melakukan handball di dalam kotak penalti Wales. Namun wasit Robert Wurtz (Prancis) menunjuk penalti untuk Skotlandia yang menduga pemain belakang Wales, David Jones yang melakukan handball. Jordan selaku penendang penalti menuntaskan tugasnya dengan baik, sekaligus mengubur mimpi Wales berlaga di Argentina ’78.

Pemain Bola dengan Free Kick Terbaik




1. David Beckham
 
Mempunyai tendangan bebas yang sangat akurat dan melengkung, disebut-sebut Beckham lah penendang free kick terbaik didunia saat ini. Rahasia dibalik tendangan yang begitu akurat dan melengkung terletak pada posisi saat mengambil tendangan tersebut yang amatlah miring. Kemiringinan tubuh becks sangatlah extrem sehingga rentan akan cedera.
biodata:
Nama lengkap David Robert Joseph Beckham
Tanggal lahir 2 Mei 1975 (umur 37)
Tempat lahir Leytonstone, London, England
Tinggi 1.83 m (6 ft 0 in)
Posisi bermain Sayap Kanan
Gelandang Tengah
2. Alessandro Del Pierro
 
Alessandro Del Piero mempunyai insting mencetak gol yang tinggi, selain itu Del piero juga mempunyai akurasi dan teknik free kick yang sangat baik.
biodata:
Nama lengkap Alessandro Del Piero
Tanggal lahir 9 November 1974 (umur 37)
Tempat lahir Conegliano Veneto (TV), Italia
Tinggi 1.73 m (5 ft 8 in)
Posisi bermain Penyerang
3. Roberto Carlos
 
Carlos mempunya tendangan dengan kecepatan lebih dari 169 km/jam, sehingga sering sekali mencetak gol dari jarak yang jauh, selain itu Carlos juga mempunyai keistimewaan lain. Dapat menghasil kan free kick yang sangat melngkung dan juga keras!
biodata:
Nama Lengkap Roberto Carlos da Silva
Tanggal lahir 10 April 1973
Tempat Lahir Garça, São Paulo brasil
Tinggi 168 cm
posisi bek sayap
4. Andrea Pirlo
 
Mempunyai ball potition yang sangat baik, dan tendangan Pirlo tidak kencang tetapi sangatlah terarah hal tersebut yang menjadi kunci dari free kick mematikan dari Pirlo.
biodata:
Nama lengkap Andrea Pirlo
Nama panggilan Trilly Metronomo Campanellino
Tanggal lahir 19 Mei 1979 (umur 33)
Tempat lahir Flero, Lombardy, Italia
Tinggi 1.78 m (5 ft 10 in)
Posisi bermain Pemain tengah
5. Cristiano Ronaldo
 
Mempunyai tendangan bebas yang sulit di jangkau oleh kiper, menukik dan kencang. Konon Ronaldo menemukan free kick gaya ini karena terinspirasi oleh pergerakan bola ping pong.
biodata:
Nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Tanggal lahir 5 Februari 1985 (umur 26)
Tempat lahir Funchal, Madeira, Portugal
Tinggi 1.84 m (6 ft 0 in)
Posisi bermain Sayap kanan, Penyerang
6. Juninho Pernambucano
 
Juninho, bernama asli Antônio Augusto Ribeiro Reis Junior, dikenal dengan Juninho Pernambucano (lahir 30 Januari, 1975 di Recife) adalah gelandang Brasil yang bertinggi badan 179 cm serta 40 kali tampil dan mencetak 4 gol per 1 Juli 2006 . Ia bermain untuk Olympique Lyonnais dan mengantarkan klub tersebut juara 7 kali berturur-turut Ligue 1 bersama teman-temannya di klub tersebut. Di Piala Dunia 2006 ia mencetak 1 gol saat Brazil menang 4-1 atas Jepang.
7. Steven Gerrard
 
Steven George Gerrard (lahir di Whiston, Inggris, 30 Mei 1980, umur 32 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Inggris dan bermain di klub Liverpool. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Gaya tendangan bebasnya ini mirip dengan gaya tendangan bebasnya Frank Lampard.

Saturday, June 30, 2012

SIKLUS FINAL 6 TAHUNAN GLI AZZURI ITALIA



 
Italia berhasil mengalahkan Jerman di semifinal Euro 2012 dengan skor 2-1. Ini mengukuhkan siklus 6 tahunan Italia di 2 turnamen besar Piala Dunia dan Euro sejak Piala Dunia USA ’94, Euro 2000, Piala Dunia 2006 dan sekarang di Euro 2012.
Di tahun 1994, Italia gagal di final setelah dikalahkan Brazil lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 0-0 sampai babak extra time. Italia lebih banyak menjaga wilayah pertahanan. Franco Baresi bersama seluruh pemain, termasuk Alberigo Evani, Demetrio Albertini, Luigi Appolini, Dino Baggio, dan lain-lain berjibaku di daerah sendiri. Hanya Roberto Baggio yang lebih banyak berlari-lari di depan.
Meski menguasai lapangan, Brasil pun tak terlihat dominan. Cafu, Branco, Dunga, Rai, Mazinho, dan Romaria Faria tampak  sulit membongkar pertahanan Italia. Hasil 0-0 tak terelakkan hingga perpanjangan waktu. Terjadilah adu penalti pertama dalam final Piala Dunia.
Timnas Italia di Piala Dunia 1994
Brasil unggul 3-2 dan meneruskan tradisi sebagai peraih gelar juara terbanyak. Ini merupakan kali keempat Brasil merebut juara dunia sepak bola.
 6 Tahun kemudian Italia juga tampil di final Euro 2000 di Belanda Belgia. Italia hampir saja meraih gelar juara, tetapi genggaman itu lepas berkat gol menit terakhir Prancis. Pada babak perpanjangan waktu, Prancis berhasil menang dramatis sehingga merebut gelar Euro untuk kali kedua sepanjang sejarah.

Roger Lemerre dan Dino Zoff mengubah susunan tim inti mereka untuk final. Youri Djorkaeff dan Christophe Dugarry dipasang sejak awal, sementara Marco Delvecchio mengisi posisi Filippo Inzaghi.

Menit 55, Italia memimpin setelah umpan silang Gianluca Pessotto disambar Delvecchio dari sudut sempit. Alessandro del Piero hampir menambah keunggulan beberapa menit kemudian, sementara Toldo berhasil membendung setiap gempuran Prancis.

Lemerre kemudian memasukkan David Trezeguet untuk menambah daya gedor Prancis. Saat Italia sudah bersiap merayakan kemenangan di pinggir lapangan, Sylvain Wiltord membuyarkan keunggulan dengan hitungan detik sebelum waktu normal berakhir.

Memasuki perpanjangan waktu, perjuangan Prancis membuahkan hasil pada menit ke-103. Umpan silang Robert Pires dituntaskan tendangan keras Trezeguet untuk menghasilkan gol emas yang membuahkan gelar juara bagi Les Bleus.
Jika pada kesempatan sebelumnya Italia gagal dan hanya menjadi Runner-up, 6 Tahun kemudian Italia tidak menyia-nyiakan kesempatan menjadi Juara ketika di final Piala Dunia 2006 menjadi juara Pertarungan final berjalan menegangkan dan penuh intrik. Pemain Italia berlaga tanpa kompromi. Ini ternyata berakibat fatal. Permainan keras pemain Italia berbuah penalti untuk Prancis di menit ke-7. Dengan tenang Zinedine Zidane mengeksekusi dan menghasilkan gol 1-0.

Skor tak bertahan lama. Tendangan penjuru Andrea Pirlo mampu ditanduk pemain belakang Marco Materazzi tanpa mampu ditahan kiper Fabien Barthez (Prancis) 1-1. Angka ini bertahan sehingga diadakan perpanjangan 2x15 menit.

Menjelang akhir perpanjangan, terjadilah insiden yang akan terus dikenang dunia. Tiba-tiba Zidane, yang terkenal santun di lapangan, menanduk dada Materazzi meski saat itu tak ada perebutan bola. Pemain Italia ini pun langnsung menggeletak. Tanpa ampun, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Zidane. trophy Piala Dunia 2006 untuk Italia
Italia Juara Dunia 2006
Beberapa pekan setelah kejadian aneh itu, barulah terungkap penyebab tandukan itu. Itu pun disampaikan oleh kalangan yang ahli membaca gerak bibir karena Zidane tetap tak mau menyebutkan, provokasi apa yang dikatakan oleh Materazzi. Rupanya Zidane tersinggung atas provokasi Materazzi yang mengucapkan, bahwa adik perempuan Zidane adalah anak pelacur dan Zidane merupakan keturunan teroris.

Italia memenangkan laga final yang mencekam ini melalui adu penalti. Lima pemainnya sukses menyarangkan bola: Pirlo, Materazzi, Del Piero, De Rossi, dan Fabio Grosso. Di kubu Prancis, hanya tiga pemain yang berhasil: Sylvain Wiltord, Eric Abidal, dan Willy Sagnol. David Trezeguet gagal menjalankan tugas. Skor akhir penalti 5-3 dan Italia meraih gelar keempat kali.

 Entah kebetulan atau tidak, 6 tahun setelah Italia meraih Piala Dunia 2006, Italia kembali masuk ke final Euro 2012 Polandia-Ukraina setelah mengalahkan Jerman 2-1 di semifinal. 2 gol kemenangan Italia di cetak oleh Mario Balotelli. Sedangkan 1 gol Jerman di cetak Mesut Ozil lewat titik putih di menit-menit akhir. Di Final yang akan di gelar hari minggu 1 Juli 2012, Italia akan menghadapi Spanyol. Mampukah Italia keluar sebagai juara setelah 12 Tahun yang lalu Italia hanya menjadi Runner-up? Dengan catatan, Italia menjadi Juara Dunia 2006 setelah 12 tahun sebelumnya di 1994 Italia hanya menjadi Runner-up