Saturday, October 27, 2018

TAHLILAN


kok golek ing kitab Hindu, GOBLOK tenan. Iki dalil simak baik !
 3 hari
 7 hari
25 hari
40 hari
100 hari
1000 Hari

Tak henti-hentinya Wahabi Salafi menyalahkan Amaliyah ASWAJA, khususnya di Indonesia ini. Salah satu yang paling sering juga mereka fitnah adalah Tahlilan yang menurutnya tidak berdasarkan Dalil bahkan dianggap rujukannya dari kitab Agama Hindu. Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana tuduhan fitnah kaum WAHABI

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻫﺪﻳﺔ ﺇﻟﻰﺍﻟﻤﻮتى

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ : ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻓن ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﺋﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻟﻒ عام (الحاوي للفتاوي ,ج:۲,ص: ١٩٨

Rasulullah saw bersabda: “Doa dan shodaqoh itu hadiah kepada mayyit.”
Berkata Umar: “shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga hari dan shodaqoh dalam tiga hari akan tetap kekal pahalanya sampai tujuh hari, dan shodaqoh di hari ke tujuh akan kekal pahalanya sampai 25 hari dan dari pahala 25 sampai 40 harinya lalu sedekah dihari ke 40 akan kekal hingga 100 hari dan dari 100 hari akan sampai kepada satu tahun dan dari satu tahun sampailah kekalnya pahala itu hingga 1000 hari.”

Referensi : (Al-Hawi lil Fatawi Juz 2 Hal 198)

Jumlah-jumlah harinya (3, 7, 25, 40, 100, setahun & 1000 hari) jelas ada dalilnya, sejak kapan agama Hindu ada Tahlilan ?

Berkumpul ngirim doa adalah bentuk shodaqoh buat mayyit.

ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺣﺘﻀﺮﻋﻤﺮ ﺃﻣﺮ ﺻﻬﻴﺒﺎ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ، ﻭﺃﻣﺮ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻃﻌﺎما، ﻓﻴﻄﻌﻤﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺨﻠﻔﻮﺍ ﺇﻧﺴﺎﻧﺎ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺟﻌﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﺟﺊ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﻭﺿﻌﺖ ﺍﻟﻤﻮﺍﺋﺪ ! ﻓﺄﻣﺴﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻨﻬﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻢ ﻓﻴﻪ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ : ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﻣﺎﺕ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﺇﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻻﺟﻞ ﻓﻜﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ، ﺛﻢ ﻣﺪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﻳﺪﻩ ﻓﺄﻛﻞ ﻭﻣﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﻓﺄﻛﻠﻮﺍ

Ketika Umar sebelum wafatnya, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama 3 hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan–hidangan ditaruhkan, orang – orang tak mau makan karena sedihnya, maka berkatalah Abbas bin Abdulmuttalib:

Wahai hadirin.. sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abubakar dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang pasti, maka makanlah makanan ini..!”, lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan, maka orang–orang pun mengulurkan tangannya masing–masing dan makan.

Referensi: [Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul ummaal fii sunanil aqwaal wal af’al Juz 13 hal 309, Thabaqat Al Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wattaarikh Juz 1 hal 110]

Kemudian dalam kitab Imam As Suyuthi, Al-Hawi li al-Fatawi:

ﻗﺎﻝ ﻃﺎﻭﻭﺱ : ﺍﻥ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻳﻔﺘﻨﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﺳﺒﻌﺎ ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺤﺒﻮﻥ ﺍﻥ ﻳﻄﻌﻤﻮﺍ ﻋﻨﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﺍﻻﻳﺎﻡ

Imam Thawus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabat) gemar menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut.”

ﻋﻦ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﻤﻴﺮ ﻗﺎﻝ : ﻳﻔﺘﻦ ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺆﻣﻦ ﻭﻣﻨﺎﻓﻖ , ﻓﺎﻣﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺳﺒﻌﺎ ﻭﺍﻣﺎﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺍﺭﺑﻌﻴﻦ ﺻﺒﺎﺣﺎ

Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari.”

Saturday, September 29, 2018

maha patih udang windu dan badak.bercula satu

Dalam dunia perbinatangan, ada sebuah kerajaan besar bernama Zou kingdom. Kerajaan yang dipimpin oleh Raja yang tamak lagi angkuh Sri Baginda Mahesa Kelana Celeng. Raja yang memimpin kerajaan seenak udelnya sendiri. Di bawah Raja, ada 1 orang patih. Patih Arwana namanya. Di Bawah patih,yang membawahi para prajurir langsung adalah para Bhre (atau setara komandan pada zaman sekarang). Bhre Akho dan Bhre Kabao Giras untuk urusan luar negeri serta Bhre eka jayanta, Bhre udang windu dan Bhre macan korak untuk urusan dalam negeri.
Kerajan terlihat aman dan damai. Namun yang sebenarnya terjadi berisi para penjahat dan penjilat kelas kakap. Penuh hasutan dan tipu daya.
Untuk memperkuat Armada lautnya, Sang Raja mengirim Bhre udang windu untuk memimpin pasukan di wilayah Timur. Bhre Udang windu adalah komandan yang terkenal penjilat sejak dia masuk di kerajaan sebagai kusir.
kemudian terjadilah perubahan posisi. Bhre Ekajayanta,Bhre Macan Korak dan Bhre baru Raden Gandhi Yogatama di dalam negeri serta Bhre kabao giras dan Bhre Akho di luar negeri. 
Sang raja Mahesa Wonga Celeng memimpin dengan keditakoranya. Siapa yang tunduk kepadanya akan diberikan jabatan dan ketenangan di dalam kerajaan. Tapi diaisi lain, jika para bawahan tidak tunduk patuh, maka akan di anggap penghianat dan di buat tidak betah di dalam kerajaan. Ini membuat beberapa Bhre memilih untuk mundur dari jabatan.  Bhre Akho dan Bhre Yogatama memilih mundur dari kerajaan.
Zou kingdom merupakan kerajaan besar yang para prajurit kecilnya terlihat begitu kompak dan menjunjung tinggi persahabatan. Hingga suatu hari ada para prajurit baru kiriman dari negeri sekutu kerajaan di barat. 4 prajurit muda yang berasal dari berbagai daerah. Prajurit mendoan, prajurit oncom, prajurit badak dan prajurit kabao sirah (yang akhirnya memilih untuk mengembara dan keluar dari kerajaan zou).
Si Badak adalah seorang yang tehnik meraih simpatinya di atas rata rata.

Thursday, September 27, 2018

LABEL SUNNAH


Kita jangan hanya fokus memberi label diri kita atau ustadz kita atau kajian kita dengan label Sunnah

Kita harus berusaha dan berupaya agar perilaku dan akhlak kita benar-benar sesuai Sunnah

Sungguh sangat disayangkan jika Sunnah itu hanya ada di status dan komentar kita, akan tetapi tidak ada dalam kehidupan kita sehari-hari di alam nyata.

Sunnah itu bukan kelompok tertentu yang eksklusif.
Sunnah itu suka persatuan dan membenci perpecahan.

Sunnah itu bisa bekerjasama dan bersinergi dengan kelompok lain sesama muslim untuk kepentingan dan maslahat umat.

Sunnah itu baik kepada orang lain, suka membantu, tidak mengganggu, wajahnya berseri-seri, tidak bermasam muka dan sinis.

Sunnah itu bisa dipercaya dan amanat dalam bermuamalah.

Sunnah itu mencari nafkah halal dan menghindari yang haram.

Sunnah itu berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silaturrahim, baik kepada keluarga, memuliakan tetangga dan suka memaafkan.

Sunnah itu baik dan peduli kepada anak-anak yatim, fakir miskin dan orang-orang lemah.

Sunnah itu berakhlak kepada guru dan tidak pernah melupakan jasanya.

Sunnah itu memuliakan dan menghormati para ulama.

Sunnah itu jauh dari sifat ujub, sombong dan tidak berbuat dzalim.

Sunnah itu semakin rajin ngaji semakin mulia akhlaknya, baik perangainya, bersih hatinya dan suci jiwanya.

Sunnah itu selalu melakukan muhasabah atau introspeksi dan mawas diri.

Sunnah itu selalu mengedepankan akhlakul karimah dan menjauhi akhlak yang rendah dan hina.

Sunnah itu tidak mudah menjatuhkan vonis sesat apalagi kafir kepada sesama muslim yang berbeda pendapat dengannya.

Sunnah itu saling mengingatkan dan saling menasehati dengan sopan, akhlak, ikhlas, secara pribadi dan bukan melecehkan di depan umum apalagi bangga jika merasa berhasil menjatuhkan saudaranya.

Sunnah itu bukan ibarat sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh orang atau kelompok tertentu yang dengan seenaknya memasukkan atau mengeluarkan siapa saja dari Sunnah.

Sunnah itu saling mendoakan dan berharap kebaikan untuk saudaranya.

Sunnah itu hubungannya dengan Allah baik dan dengan manusia juga baik.

Sunnah itu meniru Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Salam dalam semua aspek kehidupannya; aqidah, ibadah, akhlak, muamalah dan lainnya.

Sunnah itu menyibukkan dirinya dengan bertaubat dan beramal kebaikan sebagai bekal bertemu Robbnya.

Sudah pantaskah kita memberikan label Sunnah kepada diri kita atau ustadz kita atau kajian kita ..?!
Betapa banyak yang mengaku Sunnah tapi justru mencoreng wajah Sunnah..?!

Ya Allah, bimbing kami agar selalu berada dalam barisan kekasihMu dan selamatkan kami dari barisan musuhMu, aamiin.

Malang,
Sabtu 17 Dzulqa'dah 1437 / 20 Agustus 2016

Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya, juga selalu berdoa dan berharap mati husnul khotimah diatas Islam dan Sunnah

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

Tuesday, November 22, 2016

JANGAN PERNAH BERPOLITIK UNTUK MAKAR


Satu malam sebelum hari pengepungan dan rencana pembunuhan nabi Muhammad, para pemuka suku dan orang2 quraisy berkumpul hendak memasuki Daarun Nadwah untuk membicarakan bagaimana menghabisi nabi Muhammad..
Diperjalanan mereka dihadang Iblis yang menjelma menyerupai seorang tua terhormat.. lalu mereka bertanya "Siapa Anda..?" Iblis menjawab: "Saya adalah seorang sesepuh dari Najd dan mendukung kalian.." lalu ikutlah Iblis dalam pertemuan makar itu..
Dalam pembicaraan itu..
Seorang berkata: "Bagaimana kalau Muhamad kita culik, kita sekap biar dia mati perlahan.." tapi Iblis tidak setuju..
Seorang lain lagi berkata: "Bagaimana kalau kita culik lalu kita buang/asingkan ketempat yang jauh.." iblis juga tidak setuju..
Lalu Abu jahal mengusulkan: "Bagaimana kalau langsung dibunuh saja dengan pedang oleh perwakilan dari suku2 agar darahnya terbagi kesemua suku.." Iblispun setuju..
Kamudian Jibril datang memberitahukan kepada nabi Muhammad agar tidak tidur ditempat biasanya.. lalu nabi Muhammad meminta Ali menggantikannya ditempat tidur..
Saat nabi lolos dari pengepungan dan pembunuhan, beliau hijrah ke Madinah..
Saat di Madinah turunlah wahyu tentang peristiwa rencana makar itu..
"Ingatlah ketika orang-orang kafir membuat makar/konspirasi terhadapmu untuk menangkap, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat konspirasi dan Allah menggagalkan konspirasi mereka. Allah adalah sebaik-baik pembuat konspirasi.." (QS al-Anfal [8]: 30).
Mungkin banyak kaum muslim yang belum faham bahwa didalam Al-Quran surat Al-Anfal ayat 30 itu ada pelajaran "Politik"
"Jangan pernah ada kelompok2 yang bersengaja berkonspirasi untuk menghancurkan Indonesia yang telah baik sejauh ini.." karena Allah berada dibelakang rakyat Indonesia..
SALAM
Untuk para penjaga Indonesia

PENCINTA PALSU


Apakah kamu benar2 berjihad untuk membela Al-Quran saat ini saja (musiman) atau akan selamanya...?
Apakah kamu sudah membaca Al-Quran hari ini..?
Apakah kamu membaca Al-Quran setiap hari..?
Berapa kali dalam sebulan atau setahun kamu mengkhatamkan Al-Quran..?
Apakah kamu mempelajari dan mengetahui nama2 Al-Quran..? Sifat2nya, af'al-nya, dzat-nya, wujud-nya, karakteristiknya.. asbabun nuzulnya, warnanya dipagi hari, siang, sore dan malam hari..? Dsb..
Apakah kamu tau susunan Al-quran itu berdasarkan taufiqi atau ijtihadi..?
Apakah kamu tau model2 penafsiran Al-Quran..?
Apakah kamu tau bagaimana Al-Quran dibukukan dan bagaimana system penataan surat2nya..?
Apakah kamu tau, apa, siapa dan dimana itu mata-nya Al-Qur'an.. telinganya.. otaknya.. jantungnya.. atau ruh-Nya..?
Apakah kamu sudah mengamalkan setidaknya 1% saja atau sekitar 60 ayat dari Al-Quran dalam kehidupan keseharianmu..?
Aaaaacccchhh..!!!
Masih banyak yang aku belum tau dari Al-Quran... belum kubacanya dengan konsisten.. belum kupelajarinya dengan dalam.. belum kuamalkannya dalam keseharian kehidupanku..
Malu aku..
Malu aku..
Malu aku..
Bagaimana aku bisa mencintai Al-Qur'an bila aku tak mengenalnya dengan baik..?
Dan bagaimana bisa kujaga dan kubela dengan sungguh2, bila aku tidak mencintainya..?
Aaaaacccchhh..!!!
Takut aku..
Takut aku..
Takut aku..
"TAKUT AKU TELAH MENISTAKAN DAN MENELANTARKAN AL-QURAN...!!!! TETAPI MENUDUH ORANG MENISTAKANNYA.... LUPA MENGINGATKAN DIRIKU DAN KELUARGAKU SENDIRI.."
Takut aku masuk golongan munafik..
Mulut mengatakan "Al-Quran kitabku", dalam kelakuan "Al-Quran pajanganku atau jualanku.."
SALAM

BERSAMA ORANG YANG SABAR, WAJIB HUKUMNYA


Aku malu kalau tidak menjadikan "Orang2 yang sabar" itu sebagai teman dan sahabat2ku..
Dia dihujat tapi tetap sabar..
Dia diuji tapi tetap sabar..
Dia ditinggalkan tapi tetap sabar..

Al-Quran menuliskan:
"Innallaha ma"ashabirin"
(Sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar)
Kalau Allah saja bersama mereka, apalagi aku... tentu saja "Akupun harus bersama mereka pula.."
------
Tentu akan ada yang ingin berkata: "Tapi sabar kan bukan diam saja, bla.. bla. Bla.."
Ketahuilah,
Kita hanya akan tau mana diantara teman2 kita yang sabar bila "Kita sendiri memiliki kesabaran.."
Jika kita sendiri tidak memiliki kesabaran itu, maka kita tak akan pernah tau "Siapa orang yang sabar itu.."
SALAM

AYAT CERMIN


Yuk kita bercermin melalui ayat Al-Quran ini..
"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman"
"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar" (Q.S. Al-Baqarah 8-9).

"Dan apa bila di katakan kepada mereka ''Janganlah berbuat kerusakan di bumi'' mereka menjawab,'' sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.''
"Ingatlah,sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadari." (Q.S. Al-Baqarah 11-12).
Siapa sebenarnya "Mereka" itu..?
Adakah orang2 seperti mereka itu ada disekeliling kita..?
Atau jangan2, justru kita sendiri yang seperti itu..?
Tapi kita "Tidak Sadar"
SALAM