Tuesday, June 5, 2012

10 Misteri Yang Belum Terpecahkan




Ada kalanya sebuah peristiwa penting dalam sejarah masih terus menjadi misteri yang tidak bisa diungkapkan, dijelaskan bahkan dipecahkan. Meskipun upaya para arkeolog terus mencari jawabannya, apa daya belum terlihat titik terang sedikit pun.
10 misteri di bawah ini membuat banyak orang masih bertanya – tanya karena sampai sekarang belum terjawab, bahkan sebagian besar dari kita melupakannya..
1. Rongorongo
Meskipun banyak orang yang tahu tentang Moai di Easter Island, namun tidak banyak yang tahu tentang misteri lainnya berkaitan dengan Easter Island.
‘Rongorongo’ adalah bahasa tulisan yang sulit dibaca dari para penduduk awal di daerah tersebut. Rongorongo dianggap misterius karena tidak ada tetangga kaum oceania yang menggunakan bahasa tulisan.
Bahasa ini muncul di sekitar tahun 1700an, meskipun sayangnya hilang setelah para penjajah Eropa awal melarangnya disebabkan oleh kaitan-kaitannya dengan akar pagan para penduduk asli di sana.
2. Helike Kota yang Hilang
Pada akhir abad kedua Masehi, penulis Yunani, Pausanias menulis sebuah cerita tentang bagaimana (4-500 tahun sebelumnya?) di satu malam ketika gempa kuat menghancurkan kota besar Helike, dengan Tsunami yang menyapu habis apapun yang ada di kota besar yang pernah maju tersebut.
Kota tersebut, ibu kota dari Achaean League, adalah pusat ibadah yang dibaktikan kepada dewa kuno Poseidon, dewa laut. Tidak ada jejak masyarakat legenda yang disebutkan diluar tulisan-tulisan Yunani kuno sampai tahun 1861, ketika seorang arkeolog menemukan uang yang dianggap berasal dari Helike – sebuah koin perunggu dengan kepala Poseidon.
Pada tahun 2001, sepasang arkeolog berusaha menemukan reruntuhan Helike di bawah lumpur dan kerikil-kerikil pesisir tersebut, dan saat ini sedang menggabungkan bangkit dan kejatuhan mendadak dari apa yang telah menjadi Atlantis “sebenarnya.”  
3. Mayat Berlumpur
Misteri ini bahkan bisa menjadi sebuah masalah bagi para penyelidik legenda dari CSI dan semacamnya! Mayat-mayat berlumpur ini adalah ratusan mayat kuno yang ditemukan terkubur di sekitar rawa-rawa utara dan lahan-lahan basah di Eropa Utara.
Beberapa mayat ini memiliki tanda penyiksaan dan “kesenangan” abad pertengahan lainnya, yang membuat beberapa peneliti berpendapat bahwa korban-korban yang tidak beruntung ini adalah hasil dari pengorbanan ritual.
4. Runtuhnya Kaum Minoan
Kaum Minoan terkenal karena legenda Theseus dan Minotaur, namun faktanya kaum ini merupakan warisan dari peradaban yang pernah besar dan lebih menarik. Meskipun banyak sejarahwan berkonsentrasi pada kejatuhan Kerajaan Roma, runtuhnya kaum Minoan, yang menduduki pulau Crete, adalah sebuah misteri yang sama jika tidak lebih besar.
Tiga setengah tahun lalu, pulau tersebut digoncang oleh sebuah ledakan vulkanik besar di Pulau sebelahnya Thera. Para arkeolog menemukan buku-buku catatan yang menunjukkan bahwa kaum Minoan tetap bertahan selama 50 tahun setelah ledakan tersebut, sebelum akhirnya mereka benar-benar menghilang.
Teori-teori tentang apa yang mengakhiri mereka telah berkembang mulai dari debu vulkanik yang menutupi pulau tersebut dan menghancurkan semua hasil panennya sampai ke masyarakat lemah yang akhirnya tersingkirkan oleh serbuan para kaum Yunani.
5. Batu Carnac
Setiap orang pernah mendengar tentang Stonehenge, namun hanya sedikit yang mengetahui Batu Carnac. 3000 batu megalitik ini tersusun dalam barisan yang sempurna sepanjang 12 kilometer di pesisir Brittany di Barat Laut Perancis. Mitologi di sekitar batu-batu tersebut menunjukkan bahwa tiap batu adalah tentara Roma yang diubah menjadi batu oleh Merlin Sang Penyihir.
Usaha-usaha penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa batu-batu tersebut bisa jadi merupakan alat deteksi gempa yang rumit. Identitas kaum Neolithic yang membangunnya tidaklah diketahui.
6. Robin Hood
Semua orang pasti mengenal tokoh sahabat rakyat jelata ini. Namun kebenaran dari pria pemanah tampan ini masih berupa misteri. Pencarian sejarah perambok legendaris ini telah membesarkan sejumlah nama yang mirip dengannya. Salah satunya adalah seorang buronan Yorkshire bernama Rober Hod, yang juga dikenal sebagai Hobbehod atau Robert Hood dari Wakefield.
Pencarian tersebut menjadi semakin rumit seiring nama Robin Hood menjadi istilah umum bagi seseorang yang berada di luar perlindungan hukum. Ketika literatur mulai menambahkan karakter-karakter baru kepada dongeng tersebut seperti Prince John dan Richard the Lionheart, jejak tersebut semakin kabur. Sampai sekarang, tak seorang pun tahu siapakah sebenarnya tokoh kriminal ini.
7. Pasukan Romawi yang Hilang
Setelah pasukan Parthia mengalahkan tentara Jendral Romawi Crassus, legenda mengatakan bahwa sekumpulan kecil Tahanan Perang tersebut berkelana melewati padang pasir dan akhirnya digulung oleh tentara militer Han 17 tahun kemudian.
Sejarawan Cina abad pertama, Ban Gu, menulis sebuah hikayat tentang konfrontasi dengan satu kumpulan pasukan aneh sekitar seratus personil yang berperang dalam “formasi unik berskala-ikan” untuk pasukan Romawi.
Seorang sejarawan Oxford yang membandingkan catatan-catatan kuno mengklaim bahwa pasukan romawi yang hilang tersebut menemukan kota kecil dekat padang pasir Gobi bernama Liqian, yang di dalam bahasa Cina berarti Roma.
Tes DNA sedang dilakukan untuk menjawab klaim tersebut dan semoga dapat menjelaskan beberapa tentara bermata hijau, berrambut pirang, dan menggemari perkelahian melawan banteng tersebut.
8. Naskah Voynich
Naskah Voynich yang misterius diduga telah ditulis di ke-15 atau abad ke-16. Penulis, script, dan bahasa naskah tetap tidak diketahui.
Yang tercatat, keberadaan naskah Voynich telah menjadi objek studi intensif oleh banyak profesional dan amatir kriptografer, termasuk beberapa peneliti (pemecah kode) Amerika dan Inggris Perang Dunia II ketenaran (yang semuanya gagal mendekripsi bagian apapun dalam teks).
Saat ini Voynich naskah disimpan dalam Perpustakaan Universitas Yale sebagai item “MS 408″. Edisi faksimili pertama diterbitkan pada tahun 2005
Kesan keseluruhan yang diberikan oleh lembaran-lembaran naskah tersebut menunjukkan bahwa isinya menyangkut farmakope atau membahas topik-topik di dalam pengobatan abad pertengahan atau modern awal. Namun, perincian ilustrasi yang membingungkan tersebut telah memunculkan berbagai teori tentang asal-usul buku tersebut, isi dari tulisan tersebut, dan tujuan naskah itu dibuat.
Dokumen tersebut mengandung ilustrasi-ilustrasi yang menunjukkan bahwa buku tersebut memiliki enam bagian: Herbal, Astronomis, Biologis, Kosmologis, Farmasi, dan resep-resep.
9. Mumi Orang Eropa Di Cina
Penemuan menakjubkan mumi-mumi berusia 2000 tahun di lembah sungai Tarim Cina Barat terjadi pada awal tahun 90an. Namun yang lebih menakjubkan dibanding penemuan itu sendiri adalah fakta yang mencengangkan bahwa mumi-mumi tersebut berambut pirang dan berhidung panjang.
Pada tahun 1993, Victor Mayer seorang profesor universitas mengumpulkan DNA dari mumi-mumi tersebut dan tes-tes yang dilakukannya membuktikan bahwa mayat-mayat tersebut memiliki genetik orang Eropa.
Tulisan-tulisan Cina kuno dari milenium pertama SM menyebutkan kelompok-kelompok kaukasus yang berasal dari daerah timur-jauh yang disebut sebagai kaum Bai, Yeuzhi, dan Tocharian.
Meskipun begitu, tak satu pun yang benar-benar menyingkapkan bagaimana atau mengapa orang-orang ini berakhir di Cina.
10. Hilangnya Peradaban Lembah Hindus
Kaum Lembah Hindus kuno, peradaban India tertua dan terkenal memiliki sebuah kebudayaan yang merentang dari India Barat sampai Afganistan dan memiliki jumlah penduduk sekitar 5 juta orang.
Le—peradaban tertua India—merupakan sebuah kelompok yang tampak sehat dan mengesankan di zaman perunggu. Keruntuhan mereka yang mengherankan dan mendadak tersebut menyamai keruntuhan kaum Maya.
Kaum Lembah Hindus ini adalah sebuah kebudayaan yang maju secara higienis dengan sistem pembuangan air canggih, dan tempat-tempat mandi yang dibandung secara amat bersih. Sampai saat ini tidak ada keterangan arkeologis tentang tentara, perbudakan, konflik, atau aspek-aspek lain dari masyarakat kuno. Tak seorang pun tahu kemana peradaban ini pergi.

Mencari “Bismillah” dalam Surat “At-Taubah”




Mengapa mencari Bismillah? Jika Bismillah tidak hilang dari salah satu Surah, yaitu Surah at-Taubah, tak seorangpun akan mengkaji bersungguh sungguh pada ayat Bismillah. Hal itu akan terlewatkan oleh setiap pembaca al-Quran. Pada awal Surah 9 {rahasia Pintu kepada Haqqiqat 9} pembaca diberi tahu oleh Allah.



Lihatlah!, ayat pembuka Bismillah hilang. Pergilah dan carilah ayat Bismillah. Pembaca begitu terbiasa membaca setiap Surah dalam al Quran dimulai dengan Bismillahir Rahmanir Rahim. Kini pembaca perlu dibangunkan untuk mengerti akan hal tersebut.

Kedua, dalam semua surah sebelumnya 1 sampai 8 huruf pertama adalah Alif atau Ya, seperti contoh sebagai berikut:
  • Surah 1: Al Fatihah: Al Hamdu Lillahi Rabbil Alamiin ( A= Alif )


  • Surah 2: Al Baqara: Alif Laam Miim ( A = Alif )

  • Surah 3: Al Imran: Alif Laam Miim ( A = Alif )

  • Surah 4: An Nisaa: Ya Ay Yuhan Nas Sut Taquu Rabbakum…


  • Surah 5: Al Maida: Ya Ay Yuhal Lazeena Amanu…

  • Surah 6: Al Anaam: Al Hamdu Lillahil Lazii….

  • Surah 7: Al Aaraf: Alif Laam Miim Saad ( A = Alif )


  • Surah 8: Al Anfal: Yas Aluu Naka Aanil Anfaal…
Sementara surat ke-9 : At-Tawbah dimulai dengan huruf Ba
  • Surah 9: At Tawbah: Baraa atum Min Allahi Wa Rasulih

{Semua ciptaan dalam angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 1-8 mendukung Singgasana (Arsy) dan 9Duduk padanya.}

SEBAGAI GANTI MENDAPATINYA “BA”

Surah 9 tidak dimulai dengan ayat Bismillah. Itu tidak dimulai dengan huruf 'Alif' dan juga tidak dimulai dengan huruf 'Ya'. Surah 9 dimulai dengan huruf Ba.



Sekali lagi Perhatikan, Bismillah hilang (dari Surat 9 ini) dan ayat pertama Surah ini dimulai dengan huruf Ba.
  • Jika hal itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama nama dari 9 surah pertama. Hanya terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.

  • Mereka itu adalah surah 2 dan 9.

  • Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.


  • Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.

  • Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqara, yang satu satunya surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba ?,

  • Mengapa bukan surah 90 yang disebut Al Balad?

Jika kita memperhatikan sistem angka kita :
  • Angka angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.


  • Maka kita perlu mengulang angka angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan).

  • Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.

  • Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah tak terbatas.

  • Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Tidak terdapat “satu angka besar ” yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.

  • Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk akal.


  • Surah Tawba dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa?




Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga adalah petunjuk dari Allah. Mereka berdua diawali dengan Alif Laam Meem .

Alif –Percaya akan Allah, Laam –katakan La ilaha ill Allah dan Mim-Muhammadur Rasul Allah.



( Dalam tafsir Ibnu Katsir, terjemahan dari Alif Lam Mim biasanya ditulis, hanya Allah saja yang Mengetahui, dalam Tafsir Sufistik, maka Alif Lam Mim adalah ( Alif ) Bila kalian Percaya Allah, maka ( Lam ) Katakanlah, Laa ilaa ha ilallah, ( Mim ) Muhammadur Rasul Allah )









Muhammad (SAW)

Surah 4 sampai 8 adalah petunjuk lanjutan dan nutrisi jiwa.



Kemudian surah 9 adalah sebuah peringatan {Pemilik Safa’at yang Abadi, Muhammad Rasul Allah, Ciptaan yang dimuliakan Malik Hayat Malik Dunya}. (Mim, Ha, Mim, Dal = محمد )





Mim (م) = Malikul, Ha (ح) = Hayya, Mim (م) = Malikul, Dal (د) = Dunya ). Malikul Hayat wa Malikul Dunya, Penguasa Akhirat dan Dunia ( محمد ).

Itu seperti penciptaan seorang manusia. Diperlukan sembilan bulan untuk pembentukan. Setelah sembilan bulan sang jabang bayi harus meninggalkan kenyamanan rahim ibunya dan menghadapi dunia. Bayi itu mulai belajar dari saat itu seterusnya.



Setelah bersaksi mengucapkan Kalimat Allah tanpa sedikitpun keraguan, Allah kemudian memberi isyarat sang pencari untuk memperhatikan huruf Ba. Karena itu hilang dalam Surat at-Tawbah, dan sebuah isyarat telah diberikan, maka kini carilah hal itu. Ketika kalian mendapatkannya, maka perhatikanlah. Setelah kamu memahami huruf Ba maka kamu memiliki kunci menuju surga.

Semua Surat dalam al Quran memulai dengan ayat Bismillah kecuali Surat 9 Tawbah. Mengapa itu dihilangkan di awal Surat 9?

Tingkat ke sembilan adalah untuk kembali kepada Gua mu, sebagaimana Allah sebutkan dalam Surat al-Kahf, “Ketika kamu berpaling dari mereka dan benda yang mereka sembah selain Allah, masukkan dirimu kedalam Gua: Rabb mu akan melimpahkan Rahmat Nya kepada mu…” [18:16].



“Gua itu adalah Hadhirat Ilahi. Disini diserukan doa mulia Nabi : ‘Ya Allah, Engkaulah tujuan ku dan Kesenangan Mu adalah yang aku cari.’ Jantung, ketika dia berputar antara akhir dan awal pemompaannya, keberadaannya pada level Sejatinya Hadhirat Ilahi. Karena Dzat Ilahi itu adalah sumber semua makhluq ciptaan, jantung itu akan menjadi satu dengan setiap ciptaan yang terkecil pun di alam semesta ini.
Qalbu yang telah memahami rahasia titik Sembilan akan dapat melihatsegala sesuatu, mendengar segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu,merasa segala sesuatu, memindai segala sesuatu, ‘Sampai Dia akan menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, mata yang dengannya dia melihat, lidah yang dengannya dia berbicara, tangan yang dengannya dia menggenggam, dan kaki yang dengannya dia berjalan. Dia akan berbusana Ilahiah, dia hanya perlu mengatakan kepada sesuatu maka Jadilah! dan itu akan terjadi.’”

MAKNA HURUF “BA”

Karena tidak ada angka setelah 9, maka itu adalah tahap terakhir. Di dalam setiap kompetisi, atau olah raga, orang umumnya menghormati mereka yang datang terlebih dahulu, kedua atau ketiga. Tak seorangpun yang peduli kepada mereka yang datang ke empat sampai terakhir. Kecuali Allah, Dia memandangi abdi-Nya lagi dan lagi, dengan Rahman danRahim, Perhatian dan Ampunan. Dia memperlihatkan kepada kita, pada tahap terakhir (yaitu 9 atau surah 9) lihatlah Ba.



Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes. {Stuktur Atom dari semua ciptaan hanyalah titik yang berputar}. Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.


MENCARI BISMILLAH DALAM SURAT AT-TAUBAH

Mawlana Syaikh Hisham Kabbani ar-Rabbani qs
Master Syariah Al-Azhar.

Wa min Allah at Tawfiq …. Wassalamu’alaikum …

Ungkap Kedatangan Rasulullah, Injil Kuno Berusia 1.500 tahun Diterjemahkan




Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad


Sebuah laporan media pekan ini, Alarabiya, mengungkapkan, terjemahan temuan alkitab berusia 1.500 tahun oleh Turki. Dalam kutipan dari dokumen tersebut menyatakan bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.

Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab tersebut menunjukan bahwa Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.



Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah diminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dalam dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal keilahian Yesus.

Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Sementara itu dalam laporan juga menyatakan, di Injil Barnabas, Yudas Iskariot juga disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut menantang pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juruselamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal. Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi.

St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.

Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan memiliki nilai sekitar 22 juta dolar. "Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad," Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.

Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum.

Ada Peradaban Kuno di Gunung Padang Cilacap?




Diduga penyangga itu mirip struktur penyangga bangunan di situs Machu Picchu di Peru.





Arkeolog sedang meneliti situs Gunung Padang Cianjur (VIVAnews/ Muhamad Solihin


Tim geologi dari Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto akan berjalan kaki menembus hutan dan belukar, melewati sungai, menuju ke lokasi Gunung Padang pada Kamis 31 Mei 2012, mulai pukul 05.00 WIB. Mereka hendak meneliti struktur batu aneh di gunung yang masuk wilayah Desa Salebu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Perlu empat jam menuju ke sana dari desa terdekat.



Salah satu anggota tim, geolog Muhammad Aziz mengatakan, tim akan mencari tahu apakah tumpukan batu setinggi 30 meter yang bentuknya mengecil ke atas mirip piramida, terbentuk secara alami atau hasil campur tangan manusia. “Dari hasil pengamatan sementara di peta geologi, di daerah itu memang ada potensi batuan jenis tersebut,” kata dia kepadaVIVAnews.com, Rabu 30 Mei 2012.




Namun, dia menambahkan, jika ditemukan semacam pahatan, bisa jadi itu adalah sebuah karya manusia. “Besok akan kami pastikan di lokasi,” kata dia. Tim itu setidaknya akan menjawab teka teki dugaan adanya peradaban kuno yang tertimbun di dalam Gunung Padang Cilacap itu.


Sejak lama masyarakat mengetahui ada tumpukan batu raksasa di lokasi terpencil di kawasan Perhutani itu. Mereka bahkan menganggapnya tempat keramat. Sepengetahuan warga, itu adalah bahan bangunan keraton timur Padjajaran yang tak jadi dibangun.


Keberadaan Gunung Padang Cilacap baru terkuak secara luas ke publik pada tahun 2008. Kabar itu sampai ke telinga para petinggi Kepala Balai Pelestari Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah yang saat itu langsung mengirim dua petugasnya ke Majenang.


Pelaksana Tugas BP3 Jawa Tengah, Zainul Azah, mengatakan dari pengamatan empat tahun lalu, pihaknya belum menyimpulkan apakah situs ini adalah hasil kreativitas manusia zaman dulu.


Setidaknya ada dua analisis yang dipakai untuk melihat situs tersebut. Pertama, secara geologi. Bisa jadi tekstur batuan tersusun rapi adalah peristiwa alami. “Kejadian seperti ini biasanya muncul karena sebuah proses intrusi, sehingga terjadi sesar, dan menyebabkan magma menerobos celah celah,” kata dia.


Namun, dari analisis secara arkeologi, kondisi kuncian batu yang terbentuk rapi mengindikasikan situs Gunung Padang Cilacap itu sebuah hasil karya manusia zaman dulu. Zainul menegaskan, perlu kehati-hatian dan analisis lengkap untuk menentukan status batuan itu. “Untuk memastikan ini, perlu ada sebuah penelitian mendalam mengenai situs Gunung Padang Majenang sebelum melakukan langkah lanjutan,” kata dia.


Jika dari hasil penelitian para ahli menyatakan bahwa situs Gunung Padang Majenang merupakan hasil karya manusia, BP3 menyatakan baru akan memasukkan program konservasi situs Gunung Padang Majenang pada tahun 2013. Hingga kini, situs Gunung Padang Cilacap belum masuk dalam daftar peninggalan purbakala Jawa Tengah.




Beda nasib dengan Cianjur


Dari penampakannya, ada benang merah menghubungkan Gunung Padang Cilacap dan Cianjur, yang letaknya sama-sama di selatan Jawa yang banyak ditemukan temuan prasejarah Neolitik.


Arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar mengatakan, kedua situs itu memiliki struktur dan konstruksi bangunan hampir sama. Ia juga menduga, tumpukan batu di Gunung Padang Cilacap tak terbentuk secara alamiah. “Batu andesit piroksen itu memang bentuknyacolumnar joint, yang terbentuk di dalam gunung berapi. Tapi itu kemudian dimanfaatkan manusia, terlihat ada bagian yang dipatahkan dan dihaluskan,” kata Ali Akbar, saat ditemuiVIVAnews di Kampus UI.


Batu kuncian mirip permainan tetris di Gunung Padang menjadi faktor yang memperkuat dugaan itu.


Tak seperti Gunung Padang Cilacap yang masih tanda tanya besar, Gunung Padang Cianjur, Jawa Barat sudah diteliti oleh tim ilmuwan. Mulai 15 Mei hingga 30 Juni mendatang, eskavasi sedang dilakukan di situs megalitik itu. Dipimpin arkeolog dari UI.




Penelitian di situs ini kembali mengemuka setelah Tim Peneliti Katastropik Purba yang difasilitasi Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, melakukan penelitian yang disertai pengeboran. Hasilnya, berdasarkan carbon dating, situs dengan konstruksi buatan manusia ini diduga berasal dari 10.000 SM.


Meski begitu, Ali Akbar menegaskan, penelitian yang dilakukan pihaknya adalah penelitian dengan metode arkeologi, yang berbeda. Mereka juga tidak ingin bercampur dengan metode yang sebelumnya dilakukan ahli geologi.


Dia menjelaskan, berdasarkan survei di permukaan di Gunung Padang, sebelum dilakukan ekskavasi, ditemukan ada struktur baru di sisi timur Gunung Padang.


Ali Akbar menduga struktur batu yang ditemukan teratur itu merupakan penyangga bangunan utama punden berundak. Dugaannya, bentuk penyangga itu sama seperti struktur penyangga bangunan di situs Machu Picchu di Peru. “Ada undakan batu yang disusun, kemudian ada permukaan tanah. Sepertinya untuk menopang agar bangunan tidak longgar,” ucap Ali Akbar.


Ali juga menduga struktur yang sama ada di sisi barat. Namun, struktur di sisi barat sudah sulit untuk ditemukan, karena banyak yang kini berubah menjadi pemukiman penduduk.


Dengan temuan struktur baru di sisi timur ini, Ali Akbar menduga luas bangunan Gunung Padang terbilang istimewa. “Bisa sampai 25 hektar kalau sampai bawah bukit. Tapi mungkin juga bisa hingga 75 hektar kalau sampai lembah,” tuturnya.




Selain menemukan struktur, dari ekskavasi yang dilakukan di teras 4, tim arkeologi menemukan pecahan gerabah. Temuan ini dianggap penting untuk mengungkap fungsi punden berundak Gunung Padang. “Selama ini dibilang fungsinya untuk pemujaan. Namun tentu harus disertai temuan pendukung,” ujarnya.


Menurut Ali, serpihan yang ditemukan itu juga memperlihatkan jejak buatan, berupa bekas tekanan jari. “Gerabah ini dibuat dengan menggunakan pinching, masih dengan tekanan jari dan belum menggunakan roda putar,” tuturnya.


Meski begitu, Ali Akbar tidak mau gegabah untuk menyebutkan fungsi gerabah, dan kaitannya dengan konteks temuan di teras 4 kompleks Gunung Padang. “Fungsinya masih diselidiki,” ucapnya.




Sementara, soal usia bangunan, Ali Akbar mengaku belum sepakat dengan hasil penanggalancarbon dating yang dilakukan Tim Peneliti Katastropik Purba, yang menyebut situs Gunung Padang berasal dari 10.000 SM. “Dugaan arkeolog masih dari 2.500 SM,” kata dia. Untuk mendukung ini, tim arkeologi pun akan melakukan penelitian carbon datingsecara terpisah.(np)

Memperkirakan Hubungan Candi Ceto, Piramid Gunung Padang dan Candi Suku Maya




CANDI CETO/IST


Terletak di ketinggian 1.400 mdpl di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Candi Ceto dapat dicapai dengan kendaraan melewati jalanan beraspal yang sangat terjal dan curam hingga kemiringan 45 derajat.
“Disebut Ceto atau kelihatan karena dari atas candi ini kita bisa memandang luas ke segala arah memperhatikan panorama yang indah dan dapat menyaksikan matahari tenggelam disore hari,” ujar GRA Koes Triniyah, salah seorang putri Sri Susuhan Pakubuwana XII kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu yang lalu.


Bentuk Candi Ceto ini memiliki kemiripan dengan bangunan peninggalan suku Maya di Amerika Tengah. Keduanya berbentuk punden berundak dan piramidal atau mengkerucut ke atas. Keduanya juga dibangun di pebukitan atau kawasan yang lebih tinggi dari sekitarnya.


Bentuk Candi Ceto juga tampak mirip dengan rekaan bentuk bangunan yang diperkirakan tertimbun di bawah situs megalitikum di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Tim peneliti yang terdiri dari sejumlah ahli lintas disiplin kini sedang mengeskavasi Gunung Padang untuk menjawab pertanyaan apakah benar di bawahnya terdapat sebuah bangunan berusia hingga 10 ribu tahun.



Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa Candi Ceto adalah peninggalan dari jaman Majapahit yakni abad ke 15. Bila melihat dari bentuk gapura yang banyak ditemui di Jawa Timur tampaknya catatan itu benar belaka. Namun bila kita memperhatikan kembali kemiripan Candi Ceto dengan bangunan-bangunan peninggalan Suku Maya, bisa saja kita lantas curiga Candi Ceto berusia jauh lebih tua.

Relief yang ada di diding Candi Ceto berbeda dengan relief di candi-candi peninggalan Majapahit lainnya. Gambar manusia pada relief di Candi Ceto itu, misalnya, tidak tampak sama dengan gambar orang pada relief yang ada di candi-candi lain. Patung di Candi Ceto juga tampak berbeda dengan patung di candi-candi lain dari jaman Majapahit.


Kini kompleks Candi Ceto digunakan umat Hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa atau Kejawen.

Situs megalitikum Gunung Padang pun demikian. Masyarakat setempat pun percaya bahwa Gunung Padang adalah tempat pertapaan di jaman Prabu Siliwangi.
Bila melihat reruntuhan Situs Gunung Padang dengan batu-batu persegi panjang dengan cap senjata tradisional Kujang di salah satu sisinya, bisa jadi Kerajaan Siliwangi membangun ulang tempat ini tepat di atas bangunan yang telah tertutup dengan tanah dan rerumputan.


Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief telah melakukan serangakaian penelitian yang menggunaan teknologi tinggi untuk mendapatkan citra di bawah permukaan tanah. Hasilnya, ditemukan citra benda atau bangunan yang begitu besar di bawah Gunung Padang. Tim ini pun telah menlakukan pengeboran untuk menguji lapisan tanah di bawahnya.


Penelitian awal tim inilah yang kemudian menginisiasi pekerjaan lebih besar yang melibatkan loebih banyak instansi negara untuk mengungkap rahasia Gunung Padang.


Bila permukaan tanah di Gunung Padang diketuk-ketuk dapat dirasakan ada rongga atau ruang di bawah situs megalitikum itu.


“Prabu Siliwangi dipercaya mempunyai kesaktian, maka dia bisa melihat energi di Gunung Padang sangat baik untuk dibangun sebagai tempat pemujaan dan tempat olah spiritual,” ujar pengamat spiritual Kanjeng Hartantoro.


Gambar rekaan “piramida” Gunung Padang yang dibuat Tim Bencana Katastropik Purba memperlihatkan bahwa bangunan itu memiliki bentuk yang kurang lebih sama dengan Candi Ceto atau bangunan peninggalan suku Maya. Bila ketiganya memiliki bentuk yang sama, apakah mungkin ketiganya memiliki hubungan?
Teka-teki ini tentu baru dapat terjawab bila eskavasi Gunung Padang selesai dilakukan.

Simbol-simbol Aneh di Gunung Padang Mulai Diteliti






ILUSTRASI


RMOL. Penelitian situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, dipublikasikan pertama kali dalam sebuah artikel di Rapporten van de Oudheidkundige Dienst, buletin yang diterbitkan dinas purbakala pemerintah kolonial Belanda tahun 1914 silam.


Ahli-ahli yang terlibat pada penelitian Gunung Padang di masa itu masih fokus pada bebatuan dari jaman prasejarah yang tersebar di permukaan Gunung Padang seluas 900 meter persegi.


Baru beberapa waktu belakangan inilah para peneliti Indonesia mulai melakukan penelitian yang lebih mendalam. Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) menemukan citra bangunan yang tertimbun di bawah Gunung Padang. Diduga kuat bangunan yang berbentuk punden berundak dan piramidal itu memiliki kaitan dengan potensi kebencanaan mengingat lokasi Gunung Padang tak jauh dari patahan aktif Cimandiri.


Ada satu hal lagi yang selama ini “luput” dari pengamatan. Yaitu simbol-simbol aneh yang ada di sejumlah bebatuan yang tersebar itu, umumnya di teras satu. Di teras satu itu tidak sedikit batu yang memiliki simbol atau gambar-gambar yang tampak seperti huruf. Ada juga yang bercorak binatang atau menyerupai senjata tradisional kujang.
Keberadaan simbol-simbol aneh ini disampaikan ahli filologi dari Fakultas Sastra Unpad, DR Undang Darsa yang dilibatkan SKP BSB untuk ikut meneliti Gunung Padang. dalam pertemuan yang digelar kemarin (Selasa, 23/5) di Kantor SKP BSB di seberang Istana Negara, di Jalan Veteran, Jakarta.


“Sejak kita menapaki anak tangga menuju teras satu dari pelataran pintu masuk kawasan situs purba itu, beberapa batu yang menyusun anak tangga banyak yang memiliki simbol-simbol seperti halnya huruf atau binatang yang diyakini memiliki makna tertentu,” ujar Kordinator Tim Bencana Katastropik Purba Erick Ridzki kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu pagi (24/5).


Menurut Erick, arti simbol-simbol aneh itu akan diteliti lebih mendalam setelah tim arkeolog selesai menginventarisir semua balok batuan yang berterakan simbol-simbol aneh itu.

Piramida di Gunung Padang Masih Misteri, Siapa Pembangunnya?





Foto: Ali Akbar




Piramida di Situs Gunung Padang, Cianjur menjadi perbincangan hangat. Benarkah ada piramida berusia 10 ribu tahun di kawasan situs megalitikum yang terkenal dengan batu yang bisa menghasilkan suara musik itu? Semua masih misteri.
Pastinya kini situs itu mulai digali tim arkeolog pimpinan Ali Akbar. Mendapat restu dari Sekretariat Negara di bawah komando Staf Khusus Presiden Andi Arief, sejak Selasa (15/5) penggalian sudah dimulai.


“Mudah-mudahan ada temuan menarik. Penggalian baru menemukan gerabah dan tembikar prasejarah,” kata Ali saat berbincang, Kamis (17/5/2012).


Kalau ada tembikar dan gerabah, pastinya ada jejak manusia. Siapa mereka? Apakah mereka cikal bakal pembangun kerajaan Sunda kuno di kawasan itu atau bangsa Atlantis? Ali angkat tangan. Soal itu menurut dia masih misteri.





“Kemana penduduk peradaban itu? Kenapa bisa musnah atau pergi? Apa ada letusan? Nanti ada tim lain yang akan menjawabnya,” tutur arkeolog lulusan UI ini.


Tim penelitian Situs Gunung Padang ini melibatkan ahli geologi, sejarawan, dan berbagai ahli dari ITB dan UI, serta perguruan tinggi lainnya. Mereka membangun base camp di kawasan itu.


“Citra geo radar memperlihatkan ada macam-macam, tapi kalau arkeolog harus melakukan penggalian,” tuturnya.


Ali bercerita, piramida di Situs Gunung Padang ini berbeda dengan piramida seperti di Mesir. Piramida ini bertipe punden berundak, yakni sebuah bukit yang ditempeli batu-batu. Namun ada anomali di sana. Artinya, ada kemungkinan rongga-rongga di dalam bukit itu. Mungkinkah itu pertanda ada ruangan tempat menyimpan barang?


“Nanti kita buktikan di lapangan, akan ada eskavasi dan penggalian pendalaman,” tuturnya.




Bila pada akhirnya nanti benar ditemukan piramida di kawasan itu, usianya diperkirakan mencapai 10 ribu tahun. Usianya peradaban ini jauh melebihi bangsa Mesir. Tapi semua mesti menunggu, tim masih bekerja.
Anda percaya dengan piramida ini?