Friday, January 18, 2013

awal kemunculan binatang


Ketika binatang mulai muncul di bumi, bumi tidak berbentuk seperti sekarang ini. Tidak ada tumbuhan, daratan masih kosong, bukit, gunung-gunung dan lembah belum terbentuk. Lautan yang dangkal menyelimuti sebagian besar permukaan bumi. Dari dalam lautan inilah tumbuhan dan binatang mulai muncul. .
Sekitar 3,5 milliar tahun yang lalu, Bakteri-lah barangkali makhkluk hidup yang pertama kali muncul di bumi dan organisma primitive lainnya. Fossil tertua yang berhasil ditemukan adalah bakteri yang berusia 3,5 milliar tahun. Binatang pertama adalah berupa organisme satu sel yang hidup di dalam laut. Binatang-binatang yang tidak bisa dilihat mata ini berenang dengan menggerakkan ekor yang menyerupai cambuk.
Selanjutnya secara bertahap binatang tubuhnya berkembang menjadi banyak sel. Beberapa kelompok sel memiliki fungsi yang berbeda. Sel-sel ini dikelompokkan kedalam beberapa struktur yang memiliki fungsi untuk mencerna makanan, berkembang biak, bergerak, dan penginderaan.
Dengan semakin berkembangnya binatang menjadi lebih kompleks, mereka juga tumbuh menjadi lebih besar. Binatang yang besar membutuhkan tulang, untuk menyangga otot dan memberi bentuk yang tetap. Tulang pertama yang terbentuk adalah cangkang atau pelindung luar tubuh yang terbuat dari mineral-mineral yang keras.
Hampir semua binatang yang tidak bertulang belakang sudah terbentuk pada akhir periode Cambrian, sekitar 500 juta tahun yang lalu. Semua binatang masih tinggal di lautan. Sejenis kerang yang disebut trilobita merayap di dasar lautan, binatang ini dalam perkembangan selanjutnya menjadi serangga, kepiting, udang, dan laba-laba.
Binatang bertulang belakang mulai berkembang. Binatang ini memiliki tulang yang berada di dalam tubuhnya, tulang lebih ringan dibandingkan dengan cangkang binatang tidak bertulang belakang. Selain itu binatang ini bisa bergerak lebih leluasa, dan binatang ini bisa tumbuh menjadi besar karena tulangnya juga ikut tumbuh.
Perkembangan besar terjadi dengan berpindahnya binatang dari lautan ke daratan. Tumbuhan pertama muncul di daratan sekitar 430 juta tahun yang lalu. Tumbuhan inilah yang akan menjadi sumber makanan bagi binatang yang muncul kemudian. Binatang pertama kali yang hidup di daratan adalah serangga dan laba-laba primitive. Hidup di daratan memerlukan penyesuaian, mereka harus bernafas dengan paru-paru. Mereka juga harus menopang berat tubuhnya terhadap gravitasi bumi. Keuntungan hidup di daratan yakni kadar oksigen lebih banyak di udara dibandingkan dengan di air. Dan mereka belum ada musuh.
Ikan bersirip kuping sangat tepat untuk bereksperimen dengan kehidupan di daratan. Mereka hidup di kolam dangkal dan mengembangkan kantong yang menyerupai paru-paru. Siripnya yang kuat memungkinkannya untuk merangkak di dasar kolam atau ke atas daratan dalam jarak pendek. Para ilmuwan percaya bahwa sirip ini selanjut berkembang menjadi kaki-kaki binatang daratan.
Binatang bertulang belakang pertama yang hidup di daratan adalah amphibi, yang menjadi leluhur katak dan salamander. Mereka muncul mendekati akhir periode Devonian. Amphibi pertama memiliki kepala dan ekor seperti ikan, memiliki kaki pendek yang menggantikan sirip dan kulit tebal yang menjaga tubuh dari kekeringan. Mereka dapat tinggal di daratan dalam jangka yang lama, dan kembali ke air untuk bertelur.
Reptil pertama adalah mahkluk yang menyerupai kadal yang berkembang sekitar 330 juta tahun yang lalu, mendekati akhir periode Mississippian. Reptil adalah perkembang dari binatang amphibi dan bentuknya menyerupai amphibi. Keuntungan penting sebagai reptil adalah kemampuannya untuk bertelur di daratan. Telur reptil memiliki kulit keras sehingga terlindung dari kekeringan, dan terutama adanya membran yang memungkinkan bayi reptil dapat berkembang di dalam telur. Reptil tidak terlalu bergantung pada air sehingga dapat bebas beraktivitas di daratan.
Iklim di bumi tumbuh menjadi lebih hangat dan lebih kering selama Periode Permian, yang dimulai sekitar 290 juta tahun yang lalu. Banyak sekali dasar lautan yang menjadi kering, dan gurun membentang luas. Reptil dapat beradaptasi pada kondisi yang baru, dan beberapa jenis mulai berkembang. Amphibi dalam jumlah besar mulai lenyap secara perlahan. Reptil menjadi binatang dominan pada Era Mesozoic yang mulai sekitar 240 juta tahun yang lalu. Mereka mendominasi daratan, lautan dan udara selama 177 juta tahun sepanjang Era dan disebut Abad Reptil.
Dinosaurus adalah reptil yang paling spektakuler. Ada banyak jenis dan banyak variasi ukuran Dinosaurus. Beberapa Dinosaurus adalah binatang terbesar yang pernah hidup di daratan, ukuran terkecil adalah seukuran anak ayam. Ketika dinosaurus menguasai daratan reptil raksasa lainnya juga menguasai lautan dan udara. Mereka semua punah pada akhir Era Mesozoic, tetapi reptil kecil seperti buaya, kadal, ular, dan kura-kura dapat bertahan hingga saat ini.
Pterosaur adalah reptil terbang pertama yang menguasai udara. Ada yang berukuran lebih kecil dari burung pipit, dan ada juga yang berukuran raksasa dengan lebar sayap 8 meter. Binatang ini tidak memiliki bulu, tetapi bisa jadi mereka memiliki rambut di atas selaput kulit yang membentuk sayap.
Invertebrata tetap terus berkembang pada masa Mesozoic. Beberapa jenis moluska berkembang di lautan, mereka leluhur siput, kerang, dan cumi-cumi. Lobster, udang, dan kepiting juga berkembang pada lautan Mesozoic. Kelompok serangga yang ada di jaman sekarang ini sudah muncul di akhir era Mesozoic.
Ikan berlimpah-limpah sepanjang abad Reptil. Ikan bertulang modern pertama muncul sepanjang Periode Triassic, yang mulai sekitar 240 juta tahun yang lalu. Akhir Periode Triassic sekitar 205 juta tahun yang lalu sebagian besar amphibi punah. Amphibi kecil dapat bertahan hidup dan menjadi leluhur katak dan salamander modern.
Burung berkembang dari dinosaurus sepanjang Era Mesozoic. Burung tertua yang dikenal adalah Archaeopteryx. Binatang ini hidup sekitar 140 juta tahun yang lalu, sepanjang akhir Periode Jurassic. Burung ini berukuran sebesar burung gagak dan dalam banyak hal menyerupai reptil. Memiliki gigi, ekor seperti reptil, dan cakar di masing-masing sayapnya, tetapi binatang ini terbungkus oleh bulu-bulu. Burung-burung ini banyak meninggalkan fosil karena susunan tulangnya mengakibatkannya mudah bertabrakan.
Seperti halnya burung mamalia juga berkembang dari reptil sepanjang Era Mesozoic. Mereka berasal dari sekelompok reptil yang secara bertahap mengembangkan tengkorak, gigi dan tulang yang menyerupai mamalia. Mamalia awal adalah binatang kecil seukuran tikus dengan tubuh yang berbulu lembut dan memiliki moncong yang runcing.
Beberapa mamalia bertelur dan ada juga yang melahirkan. Mamalia mulai menguasai bumi setelah dinosaurus dan reptil raksasa lainya punah pada akhir Era Mesozoic. Era Cenozoic dikenal sebagai Abad Mamalia dan dimulai sekitar 65 juta tahun yang lalu dan berlanjut hingga sekarang.
Sepanjang awal masa Cenozoic kondisi bumi sangat bagus untuk perkembangan beberapa jenis mamalia dengan cepat. Beberapa tempat tingal baru tercipta bagi mereka seperti munculnya gunung-gunung dan rawa-rawa dataran rendah yang mengering. Dengan memiliki darah panas dan tertutup oleh bulu, mamalia dapat lebih mudah beradaptasi pada iklim kering di awal Era Cenozoic dibandingkan binatang berdarah dingin.
Leluhur beberapa binatang modern muncul di awal Era Cenozoic. Ukuran mereka lebih kecil, Kuda pertama Eohippus dan onta pertama Protylopus memiliki ukuran sebesar rubah. Miacis leluhur anjing, kucing, beruang, dan serigala sebesar musang. Moeritherium leluhur gajah berukuran sebesar babi serta belum memiliki belalai dan gading. Anggota keluarga monyet juga muncul di awal masa Cenozoic, juga hewan pengerat pertama yang menjadi leluhur tikus, tupai, dan berang-berang.
Pada pertengahan Era Cenozoic beberapa deretan pegunungan terbentuk, mengangkat berbagai mineral ke permukaan. Beberapa jenis rumput baru tumbuh di tanah yang subur. Di lingkungan ini leluhur mamalia berkuku modern muncul seperti, kuda, rusa, babi dan onta dan menjadi sangat banyak. Beberapa monyet berkembang menjadi kera besar pertama.
Beberapa jenis mamalia punah setelah berakhirnya Abad Es sekitar 11.500 tahun yang lalu. Diantaranya adalah kungkang, mammoth, kucing bergigi pedang dan badak berbulu. Para ilmuwan masih belum sepakat mengenai penyebab punahnya mamalia tersebut apakah karena perubahan iklim, perubahan tanaman, atau oleh manusia.
Manusia hidup hanya dalam bagian yang sangat pendek dari sejarah bumi. Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa manusia berkembang dari kera besar yang menyerupai manusia yang muncul lebih dari 4 juta tahun yang lalu.

hewan hewan Fantastis


1. Deinocheirus

Satu-satunya fosil yang ditemukan dari Dinosaurus ini hanyalah sepasang lengan dan beberapa bagian tulang belakang. Kemungkinan Deinocheirus merupakan kerabat dari Ornithomimosaur, setidaknya itulah anggapan para ahli paleontologi.
Ia merupakan genus dari Dinosaurus Theropoda besar yang hidup pada periode Cretaceous akhir dan populasinya tersebar di selatan Mongolia. Lengannya mungkin terlalu panjang untuk tubuhnya dan cakar tangannya itu semakin mengindikasikan bahwa dirinya merupakan salah satu Dinosaurus yang mematikan.

Namun sebenarnya, kegunaan "senjata" tersebut masih banyak diperdebatkan. Beberapa peneliti mengatakan cakar itu digunakan sebagai alat utama untuk berburu.

Beberapa lainnya mengatakan cakar terlalu tumpul, sehingga hanya digunakan sebagai senjata defensif. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Deinocheirus menggunakan lengannya yang besar untuk memanjat pohon, meskipun hipotesis ini secara luas diabaikan.

2. Diprotodon

Sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di Benua Australia sekitar 40.000 tahun lalu, beraneka ragam hewan berkantung berukuran besar pernah hidup di sana. Salah satu yang terbesar ialah Diprotodon.

Hewan berkantung yang satu ini diperkirakan ukurannya sebesar seekor Kuda Nil dewasa. Dilihat dari bentuk morfologinya, ia terlihat mirip seperti seekor Wombat, yaitu spesies hewan berkantung Australia, namun berukuran raksasa.

Sama seperti kebanyakan hewan-hewan berkantung lainnya, Diprotodon juga mengkonsumsi dedaunan sebagai makanan utamanya. Meskipun mereka bukanlah hewan yang memiliki pergerakan gesit seperti Kanguru, namun ukuran badannya yang besar dan kuat membuat para predator sangat sulit untuk menaklukannya.

3. Moropus

Ketika para ilmuwan menemukan fosil Moropus untuk pertama kalinya, mereka seakan sulit mempercayai bentuk morfologi dari makhluk yang satu ini. Hewan purba dengan bentuk kepala menyerupai kepala kuda ini benar-benar memiliki bentuk tubuh yang aneh.
Para Ilmuwan mendeskripsikannya sebagai "campuran" dari tiga binatang, yaitu Kuda, Jerapah kerdil, dan Beruang. Kepalanya yang mirip kuda serta badannya yang menyerupai badan seekor beruang dihubungkan oleh leher yang lumayan panjang bak leher jerapah kerdil.

Dengan kuku-kukunya yang panjang nan tajam, serta kemampuan berlari dengan baik tentunya ia memiliki pertahanan diri yang baik untuk menghindari ancaman para predator. Moropus hidup di wilayah Asia selatan dan barat sekitar 12.000 tahun lalu.

4. Ambulocetus

Inilah salah satu makhluk purba yang banyak diklaim para penganut Neo-Darwinisme sebagai bukti kuat periode transisi spesies makhluk laut ke darat. Ambulocetus, hewan purba dengan perawakan mirip campuran nenek moyang paus dan berang-berang hidup di wilayah yang kini disebut sebagai Pakistan modern sekitar 50 juta tahun lalu.
Panjang tubuh seekor Ambulotecetus dewasa diperkirakan sekitar 12 kaki. Bentuk kepalanya besar dengan rahang yang panjang. Gigi-gigi tajamnya didesain untuk menangkap dan mencengkram mangsanya. Didalam air, ia dapat bergerak dengan gesit berkat bantuan ekornya yang digunakan sebagai "motor" bagi tubuhnya.

5. Lystrosaurus

Sebelum kemunculan Dinosaurus, kehidupan makhluk di Bumi pernah diramaikan oleh beberapa hewan aneh yang menyerupai reptil. Salah satunya ialah Lystrosaurus.

Hewan purba yang cukup menarik karena bentuk tubuhnya yang aneh ini hidup di habitat berawa-rawa, namun ia juga tidak masalah jika harus terpaksa mendiami tempat-tempat yang tergolong kering. Lystrosaurus diperkirakan mendiami bumi sekitar 230 juta tahun yang lalu.

6. Phorusrhacos

Sekitar 20 juta tahun yang lalu, Amerika selatan merupakan daratan yang memiliki begitu banyak variasi spesies burung dan mamalia. Salah satunya yang cukup terkenal ialah spesies burung karnivora bernama Phorusrhacos.
Ia adalah spesies burung yang tidak dapat terbang. Tinggi badannya bisa mencapai 10 kaki (3 meter). Meskipun tidak dapat terbang, mereka adalah pelari-pelari cepat. Ini menjadikan Phorusrhacos dapat dengan mudah untuk menangkap mangsanya.

Spesies Phorusrhacos diperkirakan eksis hingga 3 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan kepunahan Phorusrhacos disebabkan oleh munculnya beberapa predator lain yang bermigrasi dari Amrika Utara ke Selatan setelah keduanya dihubungkan oleh daratan Amerika tengah yang muncul ke daratan.

7. Mammoth

Saya yakin pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan hewan legendaris yang satu ini. Mammoth merupakan salah satu hewan purba yang begitu populer. Fisiknya menyerupai gajah namun memiliki bulu lebat disekujur tubuhnya.
Perawakannya yang besar serta tambahan "senjata" berupa gading yang begitu panjang membuatnya begitu sulit untuk ditaklukkan predator manapun. Lukisan-lukisan yang di goreskan pada dinding-dinding gua oleh para manusia purba banyak menggambarkan betapa sulitnya hewan ini untuk ditaklukkan oleh mereka.

Mammoth merupakan hewan yang mendiami sekitar pulau Wrangel di pesisir utara Siberia. Banyak Ilmuwan percaya, generasi terakhir Mammoth masih dapat dijumpai sekitar 4000 tahun yang lalu saat konstruksi piramida Khufu di Giza, Mesir telah selesai dibangun.

8. Harimau Gigi Pedang

Mereka merupakan salah satu hewan zaman es yang begitu terkenal. Salah satu predator terganas nan mematikan yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Harimau Gigi Pedang mendiami wilayah barat Amerika Serikat pada akhir zaman es, tetapi mereka juga tersebar di beberapa wilayah Amerika Utara lainnya serta beberapa berdiam di wilayah Amerika Selatan.
Diketahui, terdapat 2 Genus dari hewan ini, yaitu Genus Smilodon dan Genus Homotherium. Pada umumnya jenis dari Genus Smilidon panjang taringnya bisa mencapai lebih dari 18 centimeter, sedangkan untuk genus Homotherium memiliki panjang taring sekitar 10 centimeter. Hewan ini memburu kuda, banteng, antelope sebagai makanannya.

9. Deinotherium

Deinotherium merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala Miosen tengah hingga awal Pleistosen ini pada umumnya memiliki tinggi 3,5 - 4,5 meter (ukuran Deinotherium dewasa) dengan berat berkisar antara 5 - 14 ton.
Deinotherium yang merupakan kerabat dekat gajah modern pada dahulu kala hidup tersebar di beberapa wilayah Asia, afrika, dan Eropa. Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan gajah modern, hanya saja ia memiliki belalai yang lebih pendek dan gading yang terletak di rahang bagian bawah.

Gading ini mungkin digunakan sebagai alat untuk menggali tanah untuk mendapatkan akses ke akar-akaran dan sayuran. Genus Deinotherium memiliki tiga spesies yang telah dikenali, dan semuanya memiliki ukuran yang besar. Spesies itu diataranya Deinotherium giganteus, Deinotherium indicum, dan Deinotherium bozasi.

10. Therizinosauridae

Therizinosauridae merupakan Dinosaurus dari keluarga Theropoda yang hidup pada akhir periode Cretaceous (99.6 - 65.5 juta tahun silam). Tidak seperti kebanyakan Theropoda yang merupakan karnivora, Therizinosauridae adalah herbivora (walaupun beberapa diantaranya diketahui sebagai omnivora).
Perlu digaris bawahi, Therizinosauridae merupakan nama dari suatu familia dalam klasifikasi ilmiah. Nama ini pertama kali digunakan oleh Evgeny Maleev pada tahun 1954 untuk memasukkan Therizinosaurus cheloniformis (Jenis Theropoda yang masih memiliki banyak teka-teki) kedalam suatu familia bersama dengan Segnosaurus dan Nothronychus.

Keluarga Therizinosauridae memiliki bentuk fisik yang eksentrik. Pada umumnya mereka berleher panjang dan memiliki bulu. Selain itu cakar-cakar mereka juga cukup besar, mungkin ada yang lebih dari satu meter panjangnya.

11. Epidexipteryx

Epidexipteryx adalah genus Dinosaurus maniraptorian kecil. Hewan prasejarah yang hidup di wilayah China sekitar 152 - 168 juta tahun silam ini merupakan salah satu Dinosaurus terkecil yang pernah ada.
Ukuran dewasanya hanya mencapai 10 inci (kurang lebih seukuran burung merpati). Salah satu daya tarik dari Epidexipteryx adalah empat bulu panjang yang tumbuh di bagian ekornya.

Tidak seperti bulu yang biasa kita temui pada hewan-hewan kelas aves, struktur bulu pada Epidexipteryx ini layaknya seperti satu lembaran pita yang berdiri tegak memanjang ke atas. Namun karena kurangnya remiges (bulu sayap) membuat hewan ini tidak dapat terbang.

12. Longisquama insignis

Hidup pada pertengahan hingga akhir periode Triassic (230 – 225 juta tahun silam), Longisquama insignis merupakan kadal purba yang begitu menarik karena ia memiliki serangkaian "bulu" panjang yang berdiri tegak disepanjang punggungnya.
Struktur "bulu" tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dikalangan para peneliti. Beberapa peneliti meyakini bahwa struktur panjang yang tumbuh di punggung Longisquama bukanlah sejenis bulu, melainkan sisik yang umumnya dapat kita temukan pada reptil seperti Iguana.
Bedanya sisik pada Lingisquama lebih panjang dan berbentuk sedikit janggal. Namun menurut pendapat ahli paleontologi, N. Frasher didalam bukunya Dawn of The Dinosaurs: Life in the Triassic, struktur memanjang tersebut bukanlah bagian dari tubuhnya.

Struktur ini kemungkinan hanyalah sejenis tumbuhan pakis yang ikut menjadi fosil bersamanya lalu kemudian disalahtafsirkan. Pendapat Frasher mungkin diperkuat oleh fakta struktur fosil yang ditemukan pada beberapa hewan memang sering tidak ada kaitannya dengan fosil hewan tersebut.

13. Sharovipteryx

Sharovipteryx merupakan reptil yang hidup sejaman dengan Longisquama, yakni pada pertengahan hingga akhir Triassic. Makhluk purba yang memiliki panjang tubuh sekitar delapan inci dengan berat 7,5gram ini sangat unik karena ia memiliki ukuran kaki belakang yang sangat lebar dibanding kaki depannya.

Kaki belakang yang begitu lebar, ditambah dengan adanya membran yang tumbuh diantaranya membuat ia seolah-olah memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang. Walaupun pada kenyataannya hewan ini memang tidak dapat terbang layaknya burung, namun bukan berarti bentangan selaput sayap pada kakinya itu menjadi tidak berguna.
 Penelitian terbaru menyebutkan berkat selaput sayap ini, Sharovipteryx dapat lebih gesit pada saat meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya dikarenakan mekanisme kerjanya yang sangat mirip dengan delta wing pada pesawat tempur modern.

Beberapa peneliti menganggap hewan ini mungkin memiliki hubungan yang erat dengan pterosaurus mengingat meraka sama-sama memiliki membran penerbangan yang tumbuh diantara kedua kakinya, walaupun hal ini masih sangat kontroversial.

14. Pterodaustro

Pterodaustro memiliki tengkorak yang sangat panjang, yakni sekitar 29 cm. Moncongnya mendominasi 85% dari total panjang tengkorak. Keanehan bentuk fisiknya yang lain yaitu set gigi yang tidak biasa.


Gigi yang tumbuh dirahang bagian bawah bagaikan ribuan sekat bulu yang kemungkinan ia gunakan sebagai alat untuk menyaring plankton, ganggang, maupun makhkluk kecil lainnya dari air.

Gigi yang jumlahnya ribuan tersebut tumbuh dalam dua alur panjang yang sejajar dengan tepi rahang. Panjangnya sekitar 3 cm dengan lebar antara 0,2 - 0, 3 milimeter. Awalnya diduga struktur ini bukanlah gigi, namun setelah dilakukan beberapa penelitian dugaan tersebut akhirnya luntur. Struktur itu benar-benar merupakan gigi normal karena terdapat enamel, dentin dan pulpa.

15. Microraptor

Genus Microraptor merupakan salah satu jajaran Dinosaurus kecil. Mereka hidup sekitar 120 juta tahun yang lalu dan populasinya tersebar di beberapa wilayah China. Jenis ini umumnya memiliki empat buah sayap dengan satu ekor yang memanjang.

Kendati memiliki dua pasang sayap, Microraptor tidak dapat terbang. Sebaliknya, ia mungkin hanya meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya seperti seekor tupai terbang.

Sebagian kalangan evolusionis menganggap hewan ini merupakan makluk peralihan dinosaurus ke burung, dimana dengan kemampuan meluncurnya itu dapat berkembang menjadi sistem penerbangan.

Beberapa peneliti berpendapat, hewan ini kemungkinan banyak menghabiskan hidupnya di pepohonan, merujuk fakta bahwa sayap Microraptor menghalangi kemampuan mereka untuk berjalan di atas tanah.

16. Amphicoelias fragillimus

Fosil yang sukar dipahami ini ditemukan oleh ahli paleontologi terkenal Edward Drinker Cope. Cope telah banyak menemukan fosil-fosil prasejarah, namun yang satu ini adalah yang paling aneh.
Bagaimana tidak? satu-satunya fosil aneh tersebut ialah potongan tulang belakang yang memiliki panjang keseluruahan diperkirakan 40 - 60 meter. Apabila ukuran ini benar-benar valid, itu menjadikan Amphicoelias fragillimus mungkin merupakan makhluk terpanjang dan terberat yang pernah ada (bersaing dengan paus biru dan Argentinosaurus).

Namun sekali lagi, fosil tersebut masih banyak menjadi perdebatan karena sulitnya untuk mengidentifikasi dari penemuan fosilnya yang sangat-sangat minim. Apakah makhluk ini merupakan hewan terbesar yang pernah berjalan di bumi ataukah hanya kesalah pahaman dan hanya sekedar tipuan.

Thursday, January 17, 2013

Agen Resmi Ice Cream Diamond


Depo/agen ice cream diamond

Kini telah hadir ice cream diamond 8 liter kombinasi 3 rasa (vanilla, coklat,, strawberry) untuk pelengkap pesta, hajatan, ulang tahun, dll. Dengan harga sangat terjangkau untuk kalangan menengah kebawah hingga ke atas.






1 ember/gallon 8 liter vanilla mix chocochip, chocolate, strawberry, kurang lebih menjadi 150 cup/porsi.





Kami menawarkan dalam bentuk jasa pelayanan, penyaji ice cream, sebagai pelengkap acara nyang anda selenggarakan supaya lebih meriah.
Kami melayani anda yang berada disekitar wilayah JABODETABEK.
Ice cream kami diproduksi oleh PT. Sukanda Jaya (DIAMOND) dengan kualitas tetap terjaga. Karena dikemas secara higienis dan menggunakan freezer. Khusus dalam paket pesta kami sediakan ice pack agar ice cream selalu tetap beku.

Daftar harga :
1 ember : Rp. 175.000 +  penyaji/pelayanan dan cup (1 paket) : Rp. 75.000  =  total harga : Rp. 250.000
Harga promo : 
2 ember – 4 ember / gallon = Rp. 230.00 / ember (gallon).
5 ember keatas  = Rp.200.000



Kami menyediakan berbagai macam jenis ice cream, diantaranya :




Cup Regular
Cup Super / Jumbo
Cup Ice Cream Puter
Neo Chocochip kemasan 8 liter 

Daftar-daftar harga diatas adalah harga-harga Variasi, bisa berubah. Untuk Discount dan Potongan harga dapat menghubungi :
JAHIDIN
085286777004 (Telkomsel)
(021) 44271203 (Flexi)
Yang beralamat di : Jl. Lampiri gang Bingkai Rt. 004 / Rw. 012 No.57 Kel. Pondok Kelapa Duren Sawit – Jakarta Timur.
Kami menghimbau untuk  pemesanan minimal 2-3 hari sebelum acara, dikarenakan stok kami adalah stok antrian. Agar kondisi barang tetap baru.

Tuesday, January 15, 2013

Human Performance



bagian dari materi "Human Factor" pada Aviation Safety Course yang disampaikan oleh Olaf Skejna dari Canada

Ibadah dalam pengertian Islam (berserah diri) adalah upaya-upaya manusia untuk menyempurnakan jiwanya untuk semakin mendekatkan diri dengan ALLAH. Salah satu ritual ibadah yang sangat penting dari ajaran Nabi adalah sholat 5 waktu setiap hari. Apakah sholat itu juga merupakan salah satu teknik meditasi jua? Apakah memang harus selalu 5 waktu?

Contoh kasus: * di Swedia, tiap tahun ada satu hari dimana matahari tidak tenggelam sama sekali (pertengahan Juni) dan ada satu hari dimana matahari tidak terbit sama sekali. Ketika matahari tidak terbenam, bagaimana orang menentukan waktu maghrib, isya' dan shubuh? Ketika matahari tidak terbit, bagaimana orang menentukan waktu zhuhur dan ashar?
* ok, misalkan matahari sempat terbit atau terbenam, tapi hanya beberapa jam... jika itu terjadi pada bulan puasa dengan malam yang hanya 2-3 jam, buka puasa, maghrib, isya, sahur, shubuh (ga sempet tarawih dong..), apa iya orang-orang yang bermukim di belahan bumi lintang tinggi (Swedia, Kanada, Rusia, Argentina, dll.) tidak punya kesempatan mendapatkan "malam lailatul qadar"? katanya Islam rahmatan lil alamin..

Kita semua tahu jika semua mahluk beribadah kepada ALLAH, ALLAH tidak bertambah untung; juga sebaliknya semua mahluk tidak melakukan ibadah, ALLAH tidak merugi; ya karena semuanya milik dan kekuasaan ALLAH. Trus, manfaat ibadah buat siapa?
Tentunya manfaat ibadah itu untuk diri orang itu sendiri. Kalau memang begitu tentunya kemanfaatan dari suatu ibadah harus dapat langsung dirasakan oleh orang itu sendiri, dan alat ukurnya (parameternya) tentu ada "di dalam" orang itu sendiri.

Pada gambar terlampir terpampang kurva circadian orang-orang di daerah khatulistiwa (daily cycle human performance). Kurva ini menggambarkan naik-turunnya kerja fungsi-fungsi internal dalam tubuh (internal bodily function) atau naik-turunnya aktivitas biologis tubuh (pencernaan, tidur, suhu tubuh, tekanan darah, dll.). Dalam percobaan yang dilakukan, para ilmuwan menyampaikan bahwa siklus harian ini dipengaruhi oleh panjang-pendeknya siang dan malam juga suhu udara, dll. Gambar ini saya peroleh dari kuliah singkat mengenai Faktor Human Performance pada suatu kecelakaan pesawat udara yang disampaikan oleh Olaf Skejna, di Stockholm Th.2000.

Jika kita perhatikan, yang menarik dari kurva tersebut adalah letak-letak puncak dan lembah kurva yang waktunya berbarengan dengan waktu sholat dhuha, zhuhur, ashar, magrib, isya, dan tahajjud (di daerah sekitar lintang khatulistiwa). So in my opinion, apa yang hendak disampaikan oleh Nabi bahwa sebenarnya waktu-waktu shalat itu merujuk ke jam tubuh manusia itu sendiri demi kemanfaatan si pelakunya itu sendiri. Hanya saja karena belum sampainya ilmu dan kosa kata masyarakat sekitarnya pada zaman itu, digunakanlah patokan yang praktis yang mudah teramati (dan memang sebagai faktor utama), yaitu siklus sinar matahari. (semoga "jari" yang digunakan Nabi untuk menunjuk, tidak menjadi berhala baru bagi kita)

In my open perspective, kurva-kurva circadian dari penduduk setempat dapat menggantikan patokan matahari; terlepas dari itu semua yang terpenting adalah ikhlas dan khusyu'; dan ibadah yang lebih besar justru di luar ritual ibadah itu sendiri.

Semoga ALLAH menyempurnakan jiwa kita dengan Kelembutan dan KeindahanNya. Amin.


Agustus 2009

in interaction with the quran and somekind of conscious thought form of a being, my perspective on DIIN has been changed. this change had open my mind to a deeper meaning of DIINUL ISLAM (and i consider it a widen perspective). herewith what i found:

- ♫♥ mukhlishiina la hud DIIN ♥♫ (10:36)(30:5)(23:3)(11:22)(7:29) is something like "our sincere DEVOTION to Him"

- since DIIN five times coupled with mukhlishiina, which means sincere DEVOTION, and this kind of DIIN is the same with the DIIN in the DIINUL ISLAM, i began to wonder if this point of view being applied to the (2:19). then it become

♫♥ innad DIINA 'indallahi islam ♥♫ (2:19) "the only DEVOTION that can goes back to its origin (Allah) is the surrender of ego (separation)/ penyerahan diri"

- moreover, when it is applied to the (3:256) it become

♫♥ laa ikraa ha fid DIIN, qod tabayyanar rusydu minal ghoiyyi ♥♫ (3:256) "the way we DEVOUT is something that cannot be forced upon, conscioussnes is the thing!"

- for me this new perspective of DIIN (which usually interpreted as religion or faith) will make DIINUL ISLAM in a more appropriate meaning and sense, and it open the gate in bridging to other faiths or religions, which are they have a very similar concept in trying to make sense on the ONE REALITY; and for this reason the exclusivity of Islam by consider it as the only way or the best way is just mere baseless and senseless, and yet it is delivered directly by holy quran

- how about if it continued to the ♫♥ maaliki yaumid DIIN ♥♫ (1:4)?


Januari 2010

apa alasannya paling benar?

katanya orang arab tentang tuhan?

katanya quran yang dibawa-bawa orang arab?

PADAHAL,

AlQuranul Karim, Kemuliaan Quran terletak pada kerendahhatiannya yg terungkap dlm QS AlKahfi 18:109 "sekiranya laut dijadikan tinta untuk menuliskan kalimat2 Tuhanku, niscaya laut itu kering sebelum habis ditulis kalimat2Tuhanku, walaupun Kami datangkan tambahan sebanyak itu", yg secara implisit mengakui ketidaksempurnannya, dan memang tidak ada kitab suci yg sempurna.. tidak ada model yg sesempurna yg dimodelkan..

DAN OLEH KARENANYA,

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yg baik2. Makanan orang2 yng diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka.” (Al-Maa’idah: 5)

yang MAKNAnya kurang lebih:

apa yg menjadi doa orang2 yg diberi Al Kitab ketika menyiapkan hidangan itu diterima oleh Tuhan yg sama..

ayat ini termasuk dalam ayat yang turun dalam masa2 akhir kenabian..

hal ini mengindikasikan ayat2 kontekstual-situasional yg kontradiktif sebelumnya menjadi obsolete dan telah di superseded dengan ayat yg terakhir ini

oow.. ternyata dalam quran sendiri ada amandment thoo..

Thursday, January 10, 2013

Binatang Prasejarah Paling Terkenal


1. Triceratops
Nama : Triceratops
Panjang : 9 m, tinggi 3 m
Massa : 12 ton
Zaman : Akhir Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan : Tumbuh-tumbuhan
Triceratops berarti muka bertanduk tiga dalam bahasa Yunani. Hewan ini memiliki cula sepanjang 1 m sebanyak 2 buah di atas matanya, dan satu lagi lebih pendek dibagian atas hidungnya. Hal yang paling membedakan hewan ini dari hewan yang lain adalah tulang tengkoraknya yang mampu berkembang sepanjang 2m, hampir sepertiga panjang tubuhnya. Fosil hewan ini ditemukan di Benua Amerika. Hewan ini diperkirakan tidak berkelompok dan individual. Tanduknya berfungsi sebagai kedudukannya terhadap triceratops lain seperti halnya rusa saat ini (courtship). Hewan ini menjadi objek penelitian yang cukup banyak digemari oleh para ilmuwan karena banyaknya fosil yang ditemukan.
Intermezo:
Selain fosil hewn ini banyak ditemukan, hewan ini terkenal karena ke-eksotisannya, bentuk fisik yang unik dan terkesan “friendly” bagi masyarakat membuatnya menjadi ikon hewan prasejarah yang digemari anak-anak.
(Gimana ga eksotis?yang bercula satu aja diburu besar-besaran, apalagi bercula tiga?)

2. Mammoth

Nama: Mammoth (Mammuthus primigenius)
Panjang: 5 meter (hingga bahu)
Massa: 12 ton
Zaman: Pliosen (4,8 jt tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan (biasanya yang berupa pohon)
Mammoth merupakan nenek moyang hewan yang kita kenal dengan nama gajah, dan memiliki gading sepanjang 3,3 m yang digunakan saat berkelahi ataupun menakuti musuh. Fosil mammoth sering ditemukan dalam kondisi yang masih baik karena kondisi suhu yang sangat rendah. Habitat mammoth adalah daerah-daerah balkan (Rusia, Siberia, dan sekitarnya). Mammoth sering juga disebut woolled elephant atau gajah berbulu tebal karena bulu yang melindungi tubuhnya (yg mampu membuatnya bertahan di suhu yang ekstrim).
Intermezo:
Ada banyak teori yang mengemukakan sebab-sebab kepunahan mammoth, salah satunya adanya penyakit menular (infectious disease).
(Penyakit apa? mungkin dilihat dari habitanya mammoth terkena flu gajah…)

3. Velociraptor

Nama: Velociraptor
Panjang: 2 m, (tinggi tubuh saat berdiri 1 m)
Massa: 50 kg
Zaman: Akhir Cretaeceous
Makan: Hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya
Velociraptor berarti pencuri berkecepatan tinggi (speedy thief). Memiliki 30 gigi yang panjang dan tajam, paruh yang datar, dan leher membentuk seperti huruf “s”. Bergerak dengan kedua tungkai (kaki) nya yang kuat, dan berukuran kecil, hewan ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan cheetah. Akan tetapi, raptor seringkali berburu dalam kelompok yang terdiri dari 3-10 ekor raptor. Ciri khas lain dari raptor (selain kedua tungkainya yang kuat) adalah kapasitas otaknya yang diperkirakan memiliki kemampuan yang sama dengan simpanse (mampu berkomunikasi dengan sesama raptor melalui suara-suara yang spesifik). Kecepatan larinya mencapai 40 mil per jam. Fosil Velociraptor ditemukan di Rusia, Mongolia, dan China.
Intermezo:
Raptor menjadi salah satu ikon NBA karena klub basket Toronto Raptor yang menggunakan maskot yang sama dengan namanya, Raptor.
(Asal di lapangan ga pake nyakar apalagi ngigit sih gapapa…)

4. Pterodactyl

Nama: Pterodactyl (Pterosaurus)
Panjang: tubuh saat berdiri 3m, bentangan sayap mencapai 10m
Massa: -
Zaman: Trias (65,5 juta tahun yg lalu)
Makan: Tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti ular dan ikan
Pterodactyl berasal dari bahasa Yunani yang berarti kadal yang bersayap (winged lizard). Hewan ini terkenal dengan paruhnya yang panjang dan bentangan sayapnya yang lebar (mencapai lebih dari 10 m). Peneliti dari Ohio University menemukan ada satu bagian otak yang membedakan hewan ini dengan hewan vertebrata lainnya. Flocculi. Proporsi flocculi didalam otak pterosaurus mencapai 7,5%, dan rata-rata vertebrata hanya memiliki 1-2% flocculi didalam otaknya. Flocculi ini menyebabkan penglihatan pterosaurus menjadi jauh lebih baik. Namun proporsi yang besar ini lebih disebabkan oleh bentangan sayapnya yang lebar, karena selain berhubungan dengan otot mata, flocculi juga berhubungan erat dengan kerja syaraf sensorik.
Intermezo:
Tahun 1856, The Illustrated London News memberitakan adanya pekerja rel kereta api yang berada di dalam sebuah terowongan melihat burung dengan syap yg lebar, paruh yang panjang, dan bergigi menyerupai gergaji, lalu hewan tersebut menghilang dan berubah menjadi abu.
(Hmmm….sepertinya sejak dulu memang sudah ada yg mengilhami film2 dan sinetron dubbingan di salah satu stasiun TV swasta di negeri kita… )

5. Smilodon

Nama: Smilodon (Long-teeth cats)
Panjang: -
Massa: 55-300 kg
Zaman: Megantereon (2,5 juta-500.000 tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan (bison, rusa,dll.)
Smilodon atau yang dikenal dengan sebutan sabre-tooth cat berasal dari bahasa Yunani yang artinya gigi pahat, ditemukan di Benua Amerika. Ciri khas dari hewan ini adalah gigi taring atas yang panjang (17 cm). Smilodon berburu dalam kelompok seperti halnya singa saat ini. Akan tetapi, kelompok tersebut tidak didominasi oleh pejantan, karena ukuran tubuhnya yang sama dengan betina. Gigi taring yang panjang tersebut tidak digunakan untuk memikat pasangan, jadi kehidupan sosial hewan ini belum banyak diketahui. Smilodon memiliki tubuh yang lebih menyerupai beruang karena bulunya menyerupai beruang, dan bagian perut yang lebar dan pendek.
Intermezo:
Meskipun gigi taringya membunuh lebih cepat dan efisien, Kepunahan Smilodon diperkirakan karena kemampuan berburunya yang terlalu spesifik ini, yang menyebabkan ketergantungan terhadap hewan yang lebih besar sangat tinggi. Perubahan vegetasi menyebabkan perubahan fisiologis mangsa2nya, sehingga berdampak secara langsung terhadap populasi Smilodon.
(Coba kalo dulu ada tukang pahat gigi…ga jadi punah dong…)

6. Temnodontosaurus

Nama: Temnodontosaurus
Panjang: 9 m
Massa: 15 ton
Zaman: Awal Jura (196 juta tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan ikan-ikan kecil
Temnodontosaurus merupakan pemangsa bawah laut yang memiliki stamina berenang yang menakjubkan, yang membuatnya mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari mangsa. Fosilnya ditemukan di Perairan Inggris dan Jerman. Ciri khas dari hewan ini adalah matanya yang besar, 20 cm. Hewan ini mirip dengan lumba-lumba saat ini, karena paruhnya yang panjang dan sirip yang datar.

7. Tyrannosaurus

Nama: Tyrannosaurus rex
Panjang: 12 m, tinggi 6 m
Massa: 7,5 ton
Zaman: Cretaeceous (68 juta tahun yang lalu)
Makan: hewan pemakan tumbuhan
Tyrannosaurus rex dalam bahsa yunani berarti raja kadal yang kejam. Sama seperti raptor, T-rex bertungkai dua, leher menyerupai huruf “s”, dan memiliki ekor sebagai penyeimbang gerakannya. T-rex memiliki tulang tengkorak yang besar (1,5 m) yang dikelilingi jaringan-jaringan otot yang kuat sehingga membuatnya mampu dengan mudah mengunyah mangsanya. Hewan ini ditemukan di Benua Amerika dan Benua Asia (Tarbosaurus). Lengan hewan ini terbilang cukup kecil, hanya sepanjang 1 m dan belum ditemukan fungsi sebenarnya dari lengan ini. Penelitian terbaru (April 2008) mengatakan bahwa T-rex memiliki kekerabatan dengan bangsa unggas, aligator, dan burung unta. Walaupun tubuhnya cukup besar, T-rex memiliki otot-otot yang banyak yang memungkinkannya berlari dengan kecepatan 40-70 km/h. Kemampuan lain dari hewan ini adalah mampu mencium bebauan dari jarak yang jauh yang mampu dibandingkan dengan burung pemakan bangkai saat ini. Hingga saat ini masih menjadi perdebatan apakah T-rex sebenarnya pemakan bangkai atau hewan yang berburu.
Intermezo:
Film King Kong menampilkan T-rex sebagai salah satu musuh besar si King Kong. Film tersebut menunjukkan bahwa ukuran King Kong tidak jauh berbeda dengan T-rex. Sedangkan di adegan lain menunjukkan si King Kong tingginya luar biasa, khususnya setelah memasuki kota.
(wah….Hollywood mesti belajar ilmu ukur nih…)
Yang terakhir dan ada di negeri kita sendiri…

8. Coelacanth

Nama: Coelacanth (Latimeria chalumnae)
Panjang: 2 m
Massa: 80 kg
Zaman: Devonian pertengahan (410 jt tahun yg lalu)
Makan: Cumi-cumi dan Ikan-ikan kecil
Coelacanth yg berasal dari bahasa Yunani yg berarti hollow spine (duri/tulang punggung yang berlekuk) diperkirakan sudah punah semenjak zaman cretaceous. Namun penemuan mengejutkan terus berdatangan seiring ditemukannya hewan ini di perairan Tanzania, Madagascar, Kenya, dan Indonesia, tepatnya Taman Laut Nasional Bunaken (mantab bro!). Walaupun hewan ini mati setelah ditangkap nelayan, diyakini hewan ini masih ada dan hidup di perairan dalam (>700 m). Coelacanth termasuk salah satu fosil hidup karena nyaris tidak mengalami perubahan secara signifikan pada fisik hewan ini dari masa ke masa.

Hewan Purba-hewan prasejarah yang sangat menakjubkan dan mempesona



1. DIPROTODON
Sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di Benua Australia sekitar 40.000 tahun lalu, beraneka ragam hewan berkantung berukuran besar pernah hidup di sana. Salah satu yang terbesar ialah Diprotodon. Hewan berkantung yang satu ini diperkirakan ukurannya sebesar seekor Kuda Nil dewasa. Dilihat dari bentuk morfologinya, ia terlihat mirip seperti seekor Wombat – spesies hewan berkantung Australia – namun berukuran raksasa. Sama seperti kebanyakan hewan-hewan berkantung lainnya, Diprotodon juga mengkonsumsi dedaunan sebagai makanan utamanya. Meskipun mereka bukanlah hewan yang memiliki pergerakan gesit seperti Kanguru, namun ukuran badannya yang besar dan kuat membuat para predator sangat sulit untuk menaklukannya. 
2. MOROPUS
Ketika para ilmuwan menemukan fosil Moropus untuk pertamakalinya, mereka seakan sulit mempercayai bentuk morfologi dari makhluk yang satu ini. Hewan purba dengan bentuk kepala menyerupai kepala kuda ini benar-benar memiliki bentuk tubuh yang aneh. Para Ilmuwan mendeskripsikannya sebagai “campuran” dari tiga binatang, yaitu Kuda, Jerapah kerdil, dan Beruang. Kepalanya yang mirip kuda serta badannya yang menyerupai badan seekor beruang dihubungkan oleh leher yang lumayan panjang bak leher jerapah kerdil. Dengan kuku-kukunya yang panjang nan tajam, serta kemampuan berlari dengan baik tentunya ia memiliki pertahanan diri yang baik untuk menghindari para predator. Moropus hidup di wilayah Asia selatan dan barat sekitar 12.000 tahun lalu. 
3. Ambulocetus
Inilah salah satu makhluk purba yang banyak diklaim para penganut Neo-Darwinisme sebagai bukti kuat periode transisi spesies makhluk laut ke darat. Ambulocetus, hewan purba dengan perawakan mirip campuran nenek moyang paus dan berang-berang hidup di wilayah yang kini disebut sebagai Pakistan modern sekitar 50 juta tahun lalu. Panjang tubuh seekor Ambulotecetus dewasa diperkirakan sekitar 12 kaki. Bentuk kepalanya besar dengan rahang yang panjang. Gigi-gigi tajamnya didesain untuk menangkap dan mencengkram mangsanya. Didalam air, ia dapat bergerak dengan gesit berkat bantuan ekornya yang digunakan sebagai “motor” bagi tubuhnya. 
4. Lystrosaurus
Sebelum kemunculan Dinosaurus, kehidupan makhluk di Bumi pernah diramaikan oleh beberapa hewan aneh yang menyerupai reptil. Salah satunya ialah Lystrosaurus. Hewan purba yang cukup menarik karena bentuk tubuhnya yang aneh ini hidup di habitat berawa-rawa, namun ia juga tidak masalah jika harus terpaksa mendiami tempat-tempat yang tergolong kering. Lystrosaurus diperkirakan mendiami bumi sekitar 230 juta tahun yang lalu. 
5. Phorusrhacos
Sekitar 20 juta tahun yang lalu, Amerika selatan merupakan daratan yang memiliki begitu banyak variasi spesies burung dan mamalia. Salah satunya yang cukup terkenal ialah spesies burung karnivora bernama Phorusrhacos. Ia adalah spesies burung yang tidak dapat terbang. Tinggi badannya bisa mencapai 10 kaki (3 meter). Meskipun tidak dapat terbang, mereka ialah pelari-pelari cepat. Ini menjadikan Phorusrhacos dapat dengan mudah untuk menangkap mangsanya. Spesies Phorusrhacos diperkirakan eksis hingga 3 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan kepunahan Phorusrhacos disebabkan oleh munculnya beberapa predator lain yang bermigrasi dari Amrika Utara ke Selatan setelah keduanya dihubungkan oleh daratan Amerika tengah yang muncul ke daratan. 
6. Mammoth
Saya yakin pasti kawan-kawan sudah tidak asing lagi dengan hewan legendaris yang satu ini. Mammoth merupakan salah satu hewan purba yang begitu populer. Fisiknya menyerupai gajah namun memiliki bulu lebat disekujur tubuhnya. Perawakannya yang besar serta tambahan “senjata” berupa gading yang begitu panjang membuatnya begitu sulit untuk ditaklukkan predator manapun. Lukisan-lukisan yang di goreskan pada dinding-dinding gua oleh para manusia purba banyak menggambarkan betapa sulitnya hewan ini untuk ditaklukkan oleh mereka. Mammoth merupakan hewan yang mendiami sekitar pulau Wrangel di pesisir utara Siberia. Banyak Ilmuwan percaya, generasi terakhir Mammoth masih dapat dijumpai sekitar 4000 tahun yang lalu saat konstruksi piramida Khufu di Giza, Mesir telah selesai dibangun. 
7. Harimau Gigi Pedang (Sabertooth)
Inilah hewan purba yang bagi saya paling mempesona, Harimau Gigi Pedang. Mereka merupakan salah satu hewan zaman es yang begitu terkenal. Salah satu predator terganas nan mematikan yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Harimau Gigi Pedang mendiami wilayah barat Amerika Serikat pada akhir zaman es, tetapi mereka juga tersebar beberapa wilayah Amerika Utara lainnya serta beberapa berdiam di wilayah Amerika Selatan. 
Diketahui, terdapat dua Genus dari hewan ini, yaitu Genus Smilodon dan Genus Homotherium. Pada umumnya jenis dari Genus Smilidon panjang taringnya bisa mencapai lebih dari 18 centimeter, sedangkan untuk genus Homotherium memiliki panjang taring sekitar 10 centimeter. Hewan ini memburu kuda, banteng, antelope sebagai makanannya

nenek moyang hewan-hewan saat ini




Hewan-hewan berikut ini sudah lama punah, tapi keberadaan mereka tak bisa dilupakan karena mereka bisa dibilang nenek moyang atau cikal bakal hewan-hewan yang kita kenal di jaman sekarang. 

1. Jaekelopterus rhenaniae (Kalajengking laut)


Moyangnya Kalajengking ini fossilnya ditemukan di PrĂ¼m, Jerman; dan merupakan serangga paling besar yang pernah hidup di planet ini. Dengan ukuran lebih besar dari buaya modern, panjang tubuhnya mencapai 8.2 feet (2.5 meter) dan panjang tangannya/sapit sampai 18 inch (46 cm), kalajengking yang hidup dilaut ini bisa menjadi "top predator" bila hidup dimasa kini.
Hidup sekitar 390 juta tahun yg lalu, habitatnya disekitar pantai berair hangat atau di delta sungai. Selain memangsa ikan diperkirakan juga memangsa antar sesamanya atau kanibal, menurut para ahli.


2. Josephoartigasia monesi (Tikus/Pengerat)


"Tikus" purba sebesar sapi ini adalah hewan pengerat terbesar yg pernah hidup di bumi, fosilnya ditemukan disekitar pantai selatan Uruguay (Amerika Selatan). Mamalia ini hidup di hutan hujan tanah rendah antara 2 juta sampai 4 juta tahun lampau. Tengkorak kepalanya dua kali lebih besar dari Capibara, hewan pengerat terbesar yg masih hidup di Amerika Selatan; dan mungkin menggunakan giginya yg besar untuk melawan harimau gigi pedang (saber-toot cat) dan memakan daging burung.
Panjang tubuhnya dari kepala ke ekor mencapai 3 meter (10 ft), tingginya 1.5 m (5 ft), beratnya sampai 1000 kg (1 Ton !!), panjang 


3. Megaloceros giganteus (Rusa)


Rusa raksasa ini hidup di jaman es (Ice Age) sekitar 7.700 sampai 10.500 yang lalu, fosilnya banyak ditemukan di daerah Irlandia, sebagian wilayah Eropa hingga Asia tengah. Tingginya bisa mencapai 2.5 meter dan tanduk rusa jantan tumbuh luar biasa besarnya mencapai lebar 4 meter. Berat tubuhnya antara 400 - 500 kg. Hewan ini punah bersamaan dengan berakhirnya jaman es.


4. Procoptodon goliah (Kanguru)


Hidup antara 1.600.000 sampai 40.000 tahun yg lalu dan ukurannya 2 kali ukuran kanguru sekarang. Tingginya 2 - 3 meter dan beratnya mencapai 200 kg. Dengan ukurannya kanguru purba ini yang terbesar yg pernah ada juga yg teraneh !? Wajahnya yang aneh membuat ia dijuluki Short-faced Kangaroo (Kanguru berwajah pesek). Fosilnya banyak ditemukan di selatan Australia


5. Icadyptes salasi (Penguin)


Penguin seukuran manusia ini hidup sekitar 35 juta tahun lampau di Amerika selatan, dan mereka tidak memerlukan es untuk bertahan hidup !! Diperkirakan mereka bermigrasi ke daerah kathulistiwa yg lebih panas dan tiada es disekitar Peru masa kini. Fosilnya sendiri ditemukan di gurun Atacama, Peru.
Tingginya mencapai 1.5 meter (4.5 ft) dan panjang paruhnya mencapai 0.3 meter (1 ft).


6. Beelzebufo (Kodok)


"Raja" Kodok ini mungkin yang terbesar yang pernah ada. Disebut juga Devil frog atau "frog from hell" karena ukurannya. Fosilnya yang berusia 70 juta tahun ditemukan di Madagaskar. Tubuhnya sebesar bola voli, lebarnya mencapai 41 cm (16 inchi) dan beratnya sekitar 4.5 kg. Dengan rahangnya yang kuat mungkin kodok ini juga memangsa dinosaurus kecil.



7. Glyptodon (Trenggiling/Armadillo)


Hidup di jaman es sekitar 2 juta sampai 15.000 tahun yg lalu. Fosil mamalia seukuran mobil ini ditemukan di Argentina, Amerika selatan. Dgn kulit keras seperti baja dan "helm" di kepalanya, trenggiling purba ini lebih mirip kendaraan lapis baja yg hidup. Glyptodon dipercaya merupakan hewan herbivora yang makan rumput dan tanaman lainnya di dekat sungai.
Panjangnya hingga 3 meter (10 ft) dan tinggi 1.5 meter (5 ft).
Karena tubuhnya besar dan berat kemungkinan kecepatan bergeraknya hanya satu atau dua mil per jam


8. Arthropleura (Kaki Seribu)


Hidup dijaman Carboniferous (340-280 juta tahun yg lalu), kaki seribu purba ini
tumbuh mencapai 2 sampai 3 meter (6 - 10 ft), merupakan makhluk darat tak bertulang belakang (invertebrata) terbesar yang pernah hidup. Habitatnya hutan hujan disebagian wilayah Amerika utara dan Skotlandia. Arthropleura diperkirakan hewan herbivora atau omnivora; mereka menggunakan sapitnya untuk memotong tumbuhan dan memangsa hewan kecil atau serangga, jadi bukan karnivora walaupun memiliki sapit yang sangat besar dan kuat.
Arthropleura akhirnya punah akibat perubahan cuaca ekstrim yang menghancurkan hutan hujan masa itu, akibatnya cuaca menjadi kering dan level oksigen di atmosfir menurun drastis. Tak ada satupun makhluk raksasa ini yg selamat ketika level oksigen menjadi begitu rendah.


9. Meganeura (Capung)


Meganeura monyi adalah capung presejarah yang hidup dijaman Carboniferous (300 juta tahun lampau), mirip dan berhubungan dengan capung masa sekarang tapi dengan ukuran yang berbeda. Dengan lebar sayap dari ujung ke ujung lebih dari 75 cm (2 ft), ini adalah spesies serangga terbang terbesar yang pernah hidup dimuka bumi. Meganeura adalah makhluk predator, memangsa amphibi kecil dan serangga lainnya. Fosilnya banyak ditemukan di Perancis dan Inggris.


10. Formicium giganteum (Semut)


Sejauh ini adalah spesies semut terbesar yg pernah dilaporkan, hidup didasar hutan hujan di daratan Eocene (benua purba) sekitar 44 - 49 juta tahun lampau. Semut pekerja tumbuh hingga sepanjang 3 cm, sedangkan semut ratu panjangnya mencapai 5.5 cm dan lebar sayapnya 13 cm. Mereka tidak memiliki sengat dan hanya mengandalkan semprotan cairan asam (acid) untuk pertahanan diri, dan hidup berkoloni seperti semut masa kini. Semut ini adalah karnivora yg kemungkinan memakan apa saja yg lewat didepan mereka, mirip dgn semut tentara sekarang.
Fosil Formicium giganteum ditemukan di Messel dan Eckfeld Maar, Jerman.